Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Keunikan Produk, Daya Tarik Kuliner, dan Green Economy terhadap Minat Kunjungan Wisatawan ke Pasar Kuliner Dhoplang Kabupaten Wonogiri Rista Dewi Nazarina; Wijayanto Wijayanto; La Ode Sugianto
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keunikan produk, daya tarik kuliner, dan penerapan green economy terhadap minat kunjungan wisatawan di Pasar Kuliner Dhoplang, Kabupaten Wonogiri, Indonesia. Pasar ini merupakan destinasi wisata kuliner tradisional yang unik karena menerapkan sistem pembayaran koin kayu, menggunakan wadah penyajian dari bahan alami seperti daun pisang dan bambu, serta hanya beroperasi pada hari Minggu pagi untuk menciptakan kesan eksklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling, di mana jumlah sampel ditentukan melalui rumus Cochran sehingga diperoleh 100 responden yang valid. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang disebarkan secara langsung di lokasi maupun melalui Google Form, kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 3. Hasil evaluasi model pengukuran menunjukkan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas konstruk. Hasil model struktural menunjukkan bahwa keunikan produk (β = 0,215; t = 2,028; p = 0,043), daya tarik kuliner (β = 0,377; t = 2,777; p = 0,006), dan green economy (β = 0,314; t = 2,324; p = 0,021) masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan wisatawan, dengan nilai R² sebesar 0,724, yang tergolong kuat. Daya tarik kuliner terbukti menjadi prediktor paling dominan. Temuan ini menegaskan bahwa destinasi kuliner tradisional berbasis komunitas dapat memperkuat minat kunjungan wisatawan melalui pelestarian identitas budaya yang autentik, peningkatan kualitas pengalaman kuliner, serta komitmen lingkungan yang nyata dan konsisten.