Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Masa Depan Pendidikan Fisika Indonesia di Era Society 5.0: Transformasi Pembelajaran, Artificial Intelligence, Dan Penguatan Literasi Sains Menuju Indonesia Emas 2045 Ramadani Khotibul Umam
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2012

Abstract

Transformasi Society 5.0 menghadirkan tuntutan baru terhadap sistem pendidikan sains, termasuk pendidikan Fisika di Indonesia, yang harus mengintegrasikan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan penguatan literasi sains untuk menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. Artikel konseptual ini bertujuan menganalisis kondisi aktual pendidikan Fisika Indonesia, peran Artificial Intelligence dalam pembelajaran Fisika, serta merumuskan roadmap transformasi menuju ekosistem pendidikan yang adaptif dan berbasis riset. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka kritis (critical literature review) terhadap publikasi ilmiah nasional dan internasional periode 2021-2026, laporan OECD/PISA, UNESCO, dan Kemendikbudristek/Kemendikdasmen. Hasil kajian menunjukkan bahwa skor literasi sains pelajar Indonesia pada PISA 2022 hanya mencapai 383 poin, jauh di bawah rata-rata OECD yang berkisar 485-490 poin, mengindikasikan lemahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi, tingginya miskonsepsi Fisika, keterbatasan pemanfaatan laboratorium, dan minimnya budaya riset mahasiswa calon guru. Di sisi lain, kehadiran teknologi Artificial Intelligence generatif seperti ChatGPT, Gemini, Copilot, dan Claude, serta laboratorium virtual seperti PhET, membuka peluang personalisasi pembelajaran melalui Intelligent Tutoring System dan Adaptive Learning, namun juga menuntut kesiapan etika dan literasi AI guru maupun mahasiswa. Kebaruan artikel ini terletak pada perumusan roadmap terintegrasi yang menghubungkan transformasi kurikulum, penguatan laboratorium digital, kompetensi guru abad ke-21 berbasis TPACK-AI, serta prinsip Green Physics Education dan Open Science sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Artikel ini merekomendasikan kebijakan afirmatif bagi pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan mahasiswa pendidikan Fisika agar transformasi tersebut berlangsung secara kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan.