Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Gambaran Keluhan Muskuloskeletal Pada Petugas Kebersihan FKM UNSRAT Anathasya Maria Brigita K. Lensang
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2059

Abstract

Keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan pada otot, sendi, tendon, ligamen, dan jaringan penunjang lainnya yang dapat timbul akibat aktivitas kerja yang dilakukan secara berulang, postur kerja yang kurang ergonomis, serta durasi kerja yang panjang. Petugas kebersihan merupakan salah satu kelompok pekerja yang memiliki risiko mengalami keluhan muskuloskeletal karena aktivitas kerjanya melibatkan gerakan berulang, membungkuk, mengangkat, mendorong, menarik, serta berdiri dalam waktu yang lama. Keluhan yang terjadi dapat memengaruhi kenyamanan kerja, menurunkan produktivitas, serta berpotensi berkembang menjadi gangguan muskuloskeletal apabila tidak dilakukan upaya pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan muskuloskeletal pada petugas kebersihan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi menggunakan metode Ovako Working Analysis System (OWAS), dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pendekatan tersebut digunakan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai aktivitas kerja, postur kerja, dan keluhan yang dirasakan oleh informan selama bekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petugas kebersihan mengalami keluhan muskuloskeletal pada beberapa bagian tubuh yang berkaitan dengan aktivitas kerja sehari-hari. Keluhan yang paling sering disampaikan berupa nyeri, pegal, dan rasa tidak nyaman setelah bekerja, yang dipengaruhi oleh gerakan kerja berulang, postur kerja yang kurang ergonomis, serta durasi kerja. Hasil observasi juga menunjukkan adanya beberapa postur kerja yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivitas kerja petugas kebersihan berkontribusi terhadap munculnya keluhan muskuloskeletal sehingga diperlukan penerapan prinsip ergonomi, perbaikan postur kerja, dan peregangan secara berkala untuk mengurangi risiko keluhan muskuloskeletal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi dan bahan pertimbangan bagi institusi dalam meningkatkan upaya pencegahan gangguan muskulo.