Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Pemberian ASI Eksklusif Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Ibu Yang Memiliki Bayi Dan Balita Di Desa Pulonas Baru, Aceh Tenggara Fika Lestari; Siti Lestari; Mastina Mastina; Yessy Syahradesi Br Tambunan; Nia Afnita Rizana; Yen Risa Sanputri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2099

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan sejak periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Salah satu intervensi gizi spesifik yang penting adalah pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan, namun pengetahuan ibu mengenai manfaat, teknik menyusui, dan praktik pemberian ASI yang benar masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu yang memiliki bayi dan balita mengenai pemberian ASI eksklusif sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi kesehatan melalui ceramah, penyampaian media edukasi, diskusi interaktif, dan tanya jawab kepada 25 peserta yang mengikuti kegiatan Posyandu. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan partisipasi, diskusi, serta penilaian tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara nyata. Sebelum edukasi, peserta dengan kategori pengetahuan baik sebesar 24%, kategori cukup 44%, dan kategori kurang 32%. Setelah edukasi, kategori pengetahuan baik meningkat menjadi 84%, kategori cukup menjadi 16%, dan tidak terdapat lagi peserta dengan kategori pengetahuan kurang. Peserta juga memberikan penilaian positif terhadap kejelasan materi, penyampaian narasumber, kesempatan berdiskusi, dan manfaat kegiatan. Edukasi ini meningkatkan pemahaman mengenai manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, Inisiasi Menyusu Dini, serta hubungan praktik menyusui dengan pencegahan stunting. Kegiatan serupa perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kolaborasi tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan institusi pendidikan.