Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peningkatan Sosial Religius Gen Alfa Di Era Digital Di Nagari Sungai Aua Kecamatan Sungai Aur Kabupaten Pasaman Barat Reza Nur Azmi; Noor Fadlli Marh
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.2162

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pesatnya perkembangan teknologi digital yang memengaruhi kehidupan sosial religius anak, terutama dalam pelaksanaan ibadah, interaksi sosial, dan pembentukan akhlak. Penggunaan telepon pintar yang semakin intensif menyebabkan perubahan pola aktivitas anak, sehingga berpotensi mengurangi keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan dan interaksi sosial secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kehidupan sosial religius anak di era digital di Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas tujuh orang tua dan dua orang anak. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital memberikan dampak positif dan negatif terhadap kehidupan sosial religius anak. Dampak positif terlihat dari kemudahan memperoleh informasi dan materi pembelajaran keagamaan melalui media digital, sedangkan dampak negatif terlihat dari kecenderungan anak menunda ibadah, berkurangnya interaksi sosial secara langsung, serta menurunnya partisipasi dalam kegiatan keagamaan. Peran orang tua, keluarga, dan lingkungan masyarakat menjadi faktor penting dalam membimbing, mengawasi, dan membiasakan anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan kehidupan sosial.