ABSTRACT Anemia in the women reproductive age is a public health problem. Anemia prevalence in Indonesia shows 48.9% and 32% among pregnant women and adolescent, respectively. The effect of anemia is significant for adolescent health. This study aims to determine the effect of education in nutrition and preconception health on Iron (Fe) and vitamin C intake in women aged 15-18 years in Bantul Regency. This is a quasi-experimental research design with pretest and posttest was used. Of 142 students divided to the experimental (n=71) and control (n=71) groups from SMK 1 Sewon and SMK 1 Pandak. Educational videos were created and uploaded in the YouTube. Semi Quantitative Food Frequency Questionnaires (SQ-FFQ) was used to assess the iraon and vitamin C intake. Mann-Whitney test was used to assess the association between variables with SPSS 23.0. There was a significant difference of iron intake in before and after intervention in the experimental group (p=0,002). The student’s iron intake also differences between the control and experimental groups after the posttest (p?0,001). The difference in average vitamin C intake before and after the intervention had a significance (p=0,002). However, the mean difference between the experimental and control groups was not significant (p=0,039). There was an increase in Fe and vitamin C intake among students after providing video education. Anemia prevention through video education potential to be implemented in school program to improve status of the iron and vitamin C intake among students. ABSTRAK Anemia pada Wanita Usia Subur (WUS) merupakan masalah kesehatan masyarakat. Prevalensi anemia di Indonesia masing-masing menunjukkan 48,9% dan 32% pada ibu hamil dan remaja puteri. Pengaruh anemia sangat penting bagi kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian edukasi gizi dan kesehatan prakonsepsi terhadap asupan zat besi (Fe) dan vitamin C pada wanita usia 15-18 tahun di Kabupaten Bantul. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen dengan pretest dan posttest. Sebanyak 142 siswa dibagi menjadi kelompok intervensi (n=71) dan kontrol (n=71) dari SMK 1 Sewon dan SMK 1 Pandak. Video pendidikan diunggah dan diakses di YouTube. Kuesioner Frekuensi Makanan Semi-Kuantitatif (SQ-FFQ) digunakan untuk menilai asupan zat besi dan vitamin C. Uji Mann-Whitney digunakan untuk menilai hubungan dalam SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara asupan zat besi sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi (p=0,002). Asupan zat besi siswa juga berbeda antara kelompok kontrol dan intervensi setelah posttest (p?0,001). Perbedaan ratarata asupan vitamin C sebelum dan sesudah intervensi bermakna (p=0,002). Namun, perbedaan rata-rata antara kelompok intervensi dan kontrol tidak signifikan (p=0,039). Sebagai kesimpulan adalah terdapat peningkatan asupan zat besi dan vitamin C pada siswa setelah diberikan edukasi dalam bentuk video. Pencegahan anemia melalui video berpotensi diimplementasikan pada program untuk meningkatkan status asupan zat besi dan vitamin C di kalangan pelajar.