Tety Sulestiyowati
Dosen Akademi Kebidanan Ar-Rum Salatiga

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN MOTIVASI DAN GAYA BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ASKEB BERSALIN DANBAYI BARU LAHIR  PADA MAHASISWA SEMESTER III DIPLOMA III  KEBIDANAN AR-RUM SALATIGA Tety Sulestiyowati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 1 No 02 (2016): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang; Hasil belajar siswa dipengaruhi oleh lima faktor yaitu bakat belajar dan motivasi belajar, waktu yang tersedia untuk belajar, gaya belajar, kualitas pengajaran, dan lingkungan. Sedangkan menurut Clark dalam Nana Sudjana & Ahmad Rivai (2001) mengungkapkan hasil belajar siswa di sekolah dipengaruhi oleh kemampuan siswa sebesar 70% dan dipengaruhi oleh lingkungan sebesar 30%. Hasil belajar ini dilihat dari perolehan nilai mahasiswa dari masing-masing mata kuliah yang telah diujikan.Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil belajar adalah motivasi belajar, karena motivasi dapat mendukung keberhasilan dalam proses belajar yang akan merubah perbuatan belajar seseorang. Motivasi dan belajar merupakan hal yang saling berkaitan dan mempengaruhi dan keberhasilan proses belajar suatu mata kuliah dapat dicapai dengan motivasi atau keinginan dari mahasiswa tersebut untuk mempelajari materi. Metode; Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu studi korelasi dengan pendekatan cross sectional, dimana pengambilan data menggunkan data primer. Analisa data menggunakan uji uji statistik chi square, populasi adalah semua mahasiswa Akbid Ar-Rum Salatiga Semester III (tiga),  Hasil; Hasil uji statistik chi square antara motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah askeb II, diperoleh hasil x2 hitung sebesar 6,772 dan berdasarkan dk =2 dengan taraf kesalahan 5% (α=0,05) dan harga x2 tabel= 5,991, maka Ho ditolak dan Ha diterima karena harga chi kuadrat hitung lebih besar dari harga tabel  Kesimpulan; ada hubungan motivasi belajar dengan hasil belajar mata kuliah askeb Bersalin dan Bayi Baru Lahir. 
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR (KUSTA) Tety Sulestiyowati
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 4 No 01 (2019): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang; Pembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulanganpenyakit menular kusta perlu ditingkatkan. Mengingat seriusnya dampak yang ditimbulkandari kejadian luar biasa dan wabah akibat penyakit menular, sehingga perlu diambil langkah-langkah pembinaan dan pengawasan bagi masyarakat.Untuk itu perlu dilihat peraturanperundang-undangan yang komprehensip di bidang penanganan wabah penyakit. Bagaimanapembinaan dan pengawasan Pemerintah Daerah terhadap penanggulangan penyakit menular  kusta? Bagaimana kendala-kendala yang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan danpengawasan penanggulangan penyakit menular kusta? Bagaimana mengatasi kendala-kendalayang dihadapi Pemerintah Daerah dalam pembinaan dan pengawasan penanggulanganpenyakit menular kusta di Kabupaten Jepara? Metode; Pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif, spesifikasi penelitiannyadeskriptif analitis, Analisis datanya kualitatif. Hasil; Dapat disimpulkan bahwa regulasi pembinaan dan pengawasan terhadappenanggulangan penyakit menular kusta yang telah dilakukan oleh pemerintahan daerah dengan mengeluarkan berbagai regulasi. Pembinaan dan pengawasan pemerintah daerah tersebut dinilai masih lamban sehingga angka kesakitan penyakit kusta di Wilayah KabupatenJepara masih tinggi. Kendala yang dihadapi pemerintah daerah dalam progampenanggulangan penyakit kusta yaitu penderita masih kurang responsif terdapat penyakityang dideritanya, kurangnya tenaga atau sumber daya manusia dalam pelaksanaanpemberantasan penyakit kusta, sehingga petugas kesehatan yang menangani penyakit kusta harus mendapatkan double job dan kurangnya peran serta masyarakat dalam pengendalianpenyakit menular kusta.Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut pemerintah daerah perlu memberikan penyuluhan tentang bahaya penyakit kusta dan cara penularannya danmemberikan pengobatan kepada secara cepat dan tepat untuk mencegah terjadi kecacatan,supaya dapat dilakukan tindakan oleh para petugas kesehatan di Wilayah Kabupaten Jepara.