Febi Septiani
Dosen Universitas An Nuur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH  COACHING TERHADAP SELF EFFICACY PADA PASIEN STROKE ISKEMIK: KAJIAN LITERATURE REVIEW Fuji Istiana; Febi Septiani
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stroke iskemik menimbulkan beberapa dampak, diantaranya yaitu pembatasan fisik, disfungsi sosial dan psikologi yang dapat menyebabkan perubahan kondisi sehingga dapat mempengaruhi berbagai aspek kehidupan yang berhubungan dengan self efficacy. Hasil pengkajian psikologi menunjukkan bahwa pasien-pasien stroke yang dirawat di Rumah Sakit Elisabeth medan rata-rata mengatakan kurang memiliki keinginan melakukan latihan fisik karena tidak yakin menghadapi gangguan fisik yang dialaminya. Coaching merupakan salah satu upaya yang dapat mempengaruhi self efficacy pada pasien stroke dalam melakukan aktivitas atau latihan gerak.  Metode: Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah literatur review. Sumber yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah jurnal, artikel dan buku referensi dengan kata kunci self efficacy, stroke, dan coaching.  Hasil: Beberapa elemen yang ada pada coaching dapat meningkatkan self efficacy pada pasien stroke iskemik. Pemberian informasi yang berupa edukasi tentang stroke, stroke self management, aktivitas sehari-hari dan pola gaya hidup yang sehat dan keterampilan berupa latihan ROM (Range Of Motion) dapat mempengaruhi proses kognitif, Negotiating health behavior dapat mempengaruhi proses seleksi dengan pendekatan psikoterapi untuk menangani perilaku maladaptif melalui tujuan yang berorientasi dan prosedur sistematis, penyediaan training pemecahan masalah dapat mempengaruhi proses motivasional. dalam proses motivasional seseorang membentuk keyakinan bahwa diri mereka mampu dan mengantisipasi berbagai kemungkinan outcome positif dan negatif. Penyediaan training pemecahan masalah sebagai salah satu elemen dari strategi coaching hadir sebagai upaya yang dapat mempengaruhi proses motivasional sebagai dimensi dalam self efficacy, dan membantu aspek emosional dapat mempengaruhi proses afektif dalam atribut self efficacy yang dipengaruhi oleh tekanan yang dialami ketika seseorang menghadapi situasi-situasi yang mengancam, dimana reaksi-reaksi emosional tersebut dapat mempengaruhi tindakan baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pengubahan jalan pikiran.  Kesimpulan: Coaching yang terdiri dari beberapa elemen dapat digunakan perawat sebagai intervensi dalam upaya peningkatan self efficacy pada pasien stroke iskemik.
KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL PERAWAT DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERAWATAN DIRI PASIEN TUBERKULOSIS: LITERATUR REVIEW Febi Septiani; Fuji Istiana
The Shine Cahaya Dunia D-III Keperawatan Vol 8 No 01 (2023): The Shine Cahaya Dunia D III Keperawatan
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan kualitas keperawatan dapat dilakukan dengan transformasional leadership. Kepemimpinan transformasional adalah proses yang memotivasi dengan gagasan dan nilai moral yang lebih tinggi di mana pemimpin memiliki seperangkat nilai dan gagasan dalam memotivasi untuk bertindak dengan cara yang mementingkan keperluan orang lain dari pada kepentingan mereka sendiri.  Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah literatur review. Sumber Pustaka yang digunakan adalah Undang-Undang dan Jurnal. Sumber literatur artikel terdiri dari Scopus, Science direct, Proques, JSTOR, EBSCOhost, Spingerlink, Pubmed, Google Scholar. Dengan menggunakan kata kunci “tuberculosis”, “patient perspective”, “quality of nursing”dan “transformational leadership”.  Hasil: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan melalui stimulasi intelektual, pertimbangan individual, motivasi inspirasional, pengaruh idea yaitu dengan cara perawat memberikan motivasi, memberikan informasi, mengembangkan ide, mendengarkan dan memperhatikan secara empati sehingga pengetahuan pasien bertambah dan pasien merasakan semangat dalam menjalani pengobatan yang bertujuan untuk kesembuhan pasien tuberkulosis sehingga meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit.  Kesimpulan: Pemimpin Tranformasional leadership dapat diterapkan perawat dalam meningkatkan kualitas keperawatan pasien tuberkulosis di rumah sakit.