Timbulan sampah di Provinsi Bali mencapai 1.046.616,04 ton/tahun. Pengelolaan sampah belum dilakukan secara optimal, sehingga sebesar 69% dari total sampah berakhir di TPA tanpa dikelola terlebih dahulu. Sektor pertanian juga turut menjadi penyumbang timbulan sampah, alliran limbah sektor pertanian yang tidak terkelola dengan baik berdampak pada penurunan kesuburan tanah. Sumber utama dari permasalahan ini adalah metode pengelolaan sampah yang dilakukan masih bersifat tradisional yaitu dengan metode end of pipe. Pengomposan memiliki potensi yang tinggi untuk diterapkan di Indonesia, mengingat komposisi sampah di Indonesia sebagaian besar merupakan bahan organik. Desa Ayunan merupakan salah satu Desa di Kabupaten Badung Bali yang telah memiliki Tempat Pengelolaan Sampah Berbasis 3R, namun terkendala terkait penentuan metode pengomposan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi sampah organik Desa Ayunan dan menentukan metode yang tepat di TPS 3R Desa Ayunan. Metode yang digunakan untuk menentukan metode pengomposan dengan teknik skoring, faktor yang dipertimbangkan adalah komposisi bahan, kebutuhan lahan, lama proses pengomposan, dan pengoperasian. Metode pengomposan yang dianalisis yaitu open windrow, caspary, open bin, dan takakura susun. Komposisi sampah organik di Desa Ayunan yaitu sampah Organik Basah sebesar 0.00096 m3/orang/hari atau 2.516 m3/hari atau 24% dan sampah Organik Kering sebesar 0.00304 m3/orang/hari atau 7.967 m3/hari atau 76%. Metode pengomposan terbaik yaitu Open Windrow, karena komposisi bahan sampah organik telah sesuai, kebutuhan Lahan <50 m2, lama proses pengomposan selama 6 minggu, dan pengoperasian mudah dan dibutuhkan sedikit tenaga kerja.