Azwar Sani
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Jalan Baru Kebenaran dalam Epistemologi Integrasi dan Interkoneksi Muhammad Amin Abdullah Azwar Sani
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 1 No 1 (2023): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol11.2023.41-50

Abstract

Gagasan Amin Abdullah mengusulkan pendekatan yang mengintegrasikan ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan perspektif budaya dengan menghubungkan pemikiran Barat dan Timur. Dia menekankan pentingnya dialog lintas budaya, agama, dan ilmu pengetahuan, serta mengklaim bahwa kebenaran sejati tidak mungkin dicapai melalui pemisahan dan konflik antar tradisi. Artikel ini menjelaskan konsep tersebut dan implikasinya dalam pencarian pengetahuan holistik untuk memahami dunia modern yang kompleks. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode Library Research, karena objek penelitiannya adalah literatur-literatur kepustakaan yang membahas jalan baru kebenaran dalam epistemologi integrasi dan interkoneksi serta menggunakan pendekatan eksploratif-fenomenologis. Tujuannya adalah merunut batasan-batasan tradisional dalam pencarian pengetahuan dengan mengintegrasikan ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan perspektif budaya, serta menghubungkan pemikiran Barat dan Timur. Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas pengetahuan dalam konteks global saat ini. Dengan demikian, artikel ini menguraikan pandangan Amin Abdullah tentang pendekatan holistik yang dapat merangkul keragaman dalam upaya memahami dunia dan kebenaran yang lebih luas. Kata Kunci: Epistemologi; Integrasi; Interkoneksi; Kebenaran The concept proposed by Amin Abdullah suggests an approach that integrates religious knowledge, scientific understanding, and cultural perspectives by bridging Western and Eastern thought. He emphasizes the significance of cross-cultural, cross-religious, and interdisciplinary dialogues, asserting that ultimate truth cannot be attained through the separation and conflicts among traditions. This article elucidates this concept and its implications in the pursuit of holistic knowledge to comprehend the complexities of the modern world. This study employs qualitative research through Library Research methodology, as its focus revolves around literature that delves into new pathways to truth in the realm of integrated and interconnected epistemology, utilizing an exploratory-phenomenological approach. The aim is to trace the confines of traditional knowledge-seeking by harmonizing religious knowledge, scientific understanding, and cultural perspectives, while bridging Western and Eastern thought. This approach facilitates a deeper comprehension of the intricacies of knowledge within the current global context. Therefore, this article expounds on Amin Abdullah's perspective on a holistic approach that embraces diversity in the endeavor to understand the world and a broader truth Keywords: Epistemology; Integration; Interconnection; Truth
Doktrin Qadar Dalam Islam: Memahami Dinamika antara Free Will dan Determinisme Futikatus Sa'diyah; Azwar Sani
ISME : Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research Vol 1 No 2 (2023): ISME: Journal of Islamic Studies and Multidisciplinary Research
Publisher : Yayasan Dharma Lentera Khatulistiwa (MALEWA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61683/isme.vol12.2023.11-23

Abstract

Dinamika antara kebebasan kehendak dan determinisme dalam doktrin Qadar dalam Islam memunculkan perdebatan panjang. Konsep Qadar mencakup elemen-elemen deterministik yang kuat, seperti ketetapan Allah, takdir, pengujian, dan pengetahuan Allah tentang masa depan Ini menciptakan keseimbangan unik antara determinisme dan kebebasan manusia dalam Islam. Pemikiran kontemporer tentang Qadar mencerminkan keragaman pandangan, termasuk perdebatan antara tradisionalis dan modernis, serta pertanyaan tentang sejauh mana determinisme mempengaruhi kebebasan manusia. Berbagai pendekatan interpretatif terhadap Qadar dalam Islam mencerminkan keragaman budaya, sosial, dan intelektual dalam dunia Muslim. Diskusi tentang kebebasan kehendak dan determinisme dalam konteks Qadar adalah isu yang kompleks dan mendalam dalam pemikiran Islam. Konsep Qadar mencakup elemen deterministik yang kuat, tetapi juga mengakui kebebasan manusia dalam membuat pilihan. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif yang mendalam dan berfokus pada analisis literatur. Sebagian besar data diperoleh dari karya-karya cendekiawan dan pemikir terkemuka yang membahas konsep Qadar dalam Islam. Penelitian ini dapat diklasifikasikan sebagai penelitian kepustakaan (Library Research). Data sekunder juga diambil dari buku-buku kalam dan jurnal yang relevan. Pendekatan eksploratif-fenomenologis digunakan untuk mendalamkan pemahaman tentang konsep Qadar dalam konteks Islam. Kata Kunci: Kebebasan Kehendak; Determinisme; Qadar; Islam. The dynamics between free will and determinism in the doctrine of Qadar in Islam have sparked lengthy debates. The concept of Qadar encompasses strong deterministic elements, such as Allah's decree, destiny, testing, and Allah's knowledge of the future. This creates a unique balance between determinism and human freedom in Islam. Contemporary thinking on Qadar reflects a diversity of perspectives, including debates between traditionalists and modernists, as well as questions about the extent to which determinism influences human freedom. Various interpretative approaches to Qadar in Islam reflect cultural, social, and intellectual diversity within the Muslim world. Discussions about free will and determinism in the context of Qadar are complex and profound issues in Islamic thought. The concept of Qadar includes strong deterministic elements but also acknowledges human freedom in making choices. This research adopts a deep qualitative approach focusing on literature analysis. Most of the data are derived from the works of scholars and leading thinkers who discuss the concept of Qadar in Islam. This research can be classified as library research. Secondary data are also drawn from relevant philosophy books and journals. An exploratory-phenomenological approach is used to deepen the understanding of the concept of Qadar in the context of Islam. Keywords: Free Will; Determinism; Qadar; Islam.