Abstract This research is prompted by inconsistencies in previous findings (research gap) regarding the influence of service quality, accountability, transparency, and trust on zakat payment intentions. Moreover, the integration of ISO 9001 quality management principles into Islamic philanthropy research remains limited. Consequently, this study aims to investigate the impact of these variables on zakat payment intentions at the National Board of Zakat (BAZNAS) of Yogyakarta City, with public trust acting as a mediator. The sampling technique used is purposive sampling, with a sample size of 140 determined. The data analysis method in this research uses partial least squares structural equation modeling (SEM-PLS). The results of the analysis indicate a positive and significant influence of ISO quality and trust, as well as a negative influence of accountability on zakat payment intentions, while transparency does not have a significant effect. Furthermore, ISO quality and transparency have a significant positive impact on zakat payment intentions through trust as a mediator, while accountability does not have an impact through trust mediation. The originality of this study lies in integrating ISO 9001 quality management principles into the analysis of zakat payment behavior, an approach rarely applied in previous Islamic philanthropy research. By doing so, this study provides novel insights into how quality assurance frameworks, typically used in business and industry, can be adapted to enhance public trust in religious-based financial institutions. These findings carry important implications for zakat management institutions. BAZNAS and similar organizations are encouraged to prioritize ISO 9001 quality management implementation and enhance transparency in their operations, as both factors strengthen public trust and, in turn, boost zakat payment intentions. Policymakers and institutional managers should recognize that quality assurance frameworks (commonly applied in business and industry) can be effectively adapted to religious-based financial institutions to improve donor confidence and compliance. Future studies may extend these findings by incorporating additional contextual variables such as digital literacy, religiosity, and inter-institutional comparisons across regions. Therefore, improving ISO quality and transparency in the operations of the BAZNAS of Yogyakarta City is seen as a strategic step to gain community trust and strengthen intentions to pay zakat. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu (research gap) mengenai pengaruh kualitas layanan, akuntabilitas, transparansi, dan kepercayaan terhadap niat masyarakat dalam membayar zakat. Selain itu, pengintegrasian standar manajemen mutu ISO 9001 dalam analisis perilaku filantropi Islam masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan menguji pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap niat membayar zakat di BAZNAS Kota Yogyakarta dengan menempatkan kepercayaan publik sebagai variabel mediasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan ukuran sampel sebanyak 140. Pemodelan persamaan struktural partial least squares (SEM-PLS) digunakan sebagai metode analisis data dalam riset ini. Hasil analisis menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dari kualitas ISO dan kepercayaan, serta pengaruh negatif dari akuntabilitas terhadap niat pembayaran zakat, sedangkan transparansi tidak memiliki pengaruh signifikan. Lebih lanjut, kualitas ISO dan transparansi memiliki dampak positif yang signifikan terhadap niat pembayaran zakat melalui kepercayaan sebagai mediator, sedangkan akuntabilitas tidak memiliki dampak melalui mediasi kepercayaan. Orisinalitas penelitian ini terletak pada pengintegrasian prinsip-prinsip manajemen mutu ISO 9001 ke dalam analisis perilaku pembayaran zakat, suatu pendekatan yang jarang diterapkan dalam penelitian filantropi Islam sebelumnya. Dengan demikian, wawasan baru yang diberikan penelitian ini yaitu tentang bagaimana kerangka kerja penjaminan mutu, yang biasanya digunakan dalam bisnis dan industri, dapat diadaptasi untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan berbasis agama. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi lembaga pengelola zakat. BAZNAS dan lembaga serupa disarankan untuk memprioritaskan implementasi manajemen mutu ISO 9001 serta meningkatkan transparansi operasional, karena kedua faktor tersebut terbukti memperkuat kepercayaan publik dan mendorong niat membayar zakat. Pengambil kebijakan dan pengelola lembaga perlu menyadari bahwa kerangka penjaminan mutu yang lazim diterapkan di dunia bisnis dan industri dapat diadaptasi secara efektif pada lembaga keuangan berbasis agama untuk meningkatkan kepercayaan dan kepatuhan donatur. Penelitian selanjutnya dapat memperluas temuan ini dengan memasukkan variabel kontekstual tambahan seperti literasi digital, religiusitas, serta perbandingan antarlembaga di berbagai daerah. Oleh karena itu, peningkatan kualitas ISO dan transparansi dalam operasional Badan Amil Zakat Nasional Kota Yogyakarta dipandang sebagai opsi strategis dalam meraih kepercayaan masyarakat dan memperkuat niat membayar zakat.