Mutmainnah
Department of Medical Laboratory Technology. Universitas Mohammad Husni Thamrin Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemeriksaan Hba1c Sebagai Prediktor Deteksi Dini Prediabetes Pada Lansia Di Posyandu Lansia Rw.07 Kelurahan Cililitan Ichwan Baihaki; Mutmainnah
Segara : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): SEGARA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Fakultas Kedokteran UPN "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33533/segara.v3i2.11832

Abstract

Prediabetes adalah suatu kondisi medis di mana kadar gula darah seseorang lebih tinggi dari normal, tetapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2. Ini merupakan tahap awal gangguan metabolisme glukosa dan menjadi faktor risiko penting untuk berkembangnya diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan komplikasi metabolik lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan deteksi dini terhadap risiko diabetes mellitus pada lansia melalui penyuluhan dan pemeriksaan kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c). Kegiatan dilakukan pada 29 orang lansia di RW 07 Kelurahan Cililitan, terdiri dari 14 laki-laki dan 15 perempuan. Pemeriksaan HbA1c dikategorikan berdasarkan kriteria WHO: normal (<5,7%), prediabetes (5,7–6,5%), dan diabetes (>6,5%). Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 21 lansia (72%) memiliki kadar HbA1c normal, sedangkan 8 orang (28%) termasuk dalam kategori prediabetes. Tidak ditemukan kasus diabetes pada populasi ini. Berdasarkan jenis kelamin, 3 dari 14 laki-laki (21,4%) dan 4 dari 15 perempuan (26,7%) termasuk dalam kelompok prediabetes. Temuan ini mendorong dilakukannya intervensi edukatif terhadap kelompok prediabetes, berupa penyuluhan mengenai gaya hidup sehat yang mencakup pola makan dengan indeks glikemik rendah, peningkatan konsumsi serat, aktivitas fisik rutin, serta penghindaran rokok. Intervensi ini diharapkan dapat mencegah progresi prediabetes menjadi diabetes mellitus pada populasi lansia.