Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan karakteristik penyakit berupa durasi penyakit yang lama. Studi menunjukkan bahwa pasien dengan LBP sering mengalami kecemasan akibat dari gejala nyeri yang berkepanjangan. Tingkat prevalensi LBP di Indonesia sebesar 44,29% pada pra-lansia dan lansia, dengan faktor psikologis termasuk kecemasan dan stress yang diidentifikasi sebagai faktor resiko signifikan dalam kronisitas nyeri. Kondisi LBP dan kecemasan bersifat dua arah: kecemasan dapat memperburuk persepsi nyeri, sementara nyeri presisten dapat meningkatkan gejala kecemasan. Resiko terjadinya kondisi tersebut dipengaruhi oleh faktor genetik, faktor psikososial, dan lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (FK UPNVJ) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hubungan antara LBP dan kecemasan. Pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi edukasi melalui metode ceramah dan pengisian kuesioner. Kegiatan dilakukan di lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Pangkalan Jati, Depok, dengan jumlah sasaran sebanyak 42 peserta. Berdasarkan hasil pemeriksaan peserta, sebanyak 57,1% warga mempunyai keluhan LBP dan sebanyak 2,3% mengalami nyeri intensitas berat sekali disertai kecemasan. Hasil menunjukkan adanya kasus LBP pada masyarakat lingkungan Masjid Al-Muhajirin, Pangkalan Jati, Depok. Kegiatan edukasi LBP dan keterkaitannya dengan kecemasan berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hubungan bidireksional antara LBP dan kecemasan, ditandai dengan antusiasme dan respons positif peserta. Kegiatan ini efektif sebagai langkah awal dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pendekatan holistik terhadap LBP yang mencakup aspek psikologis. Mengingat tingginya prevalensi LBP dan gangguan kecemasan di Indonesia, maka diperlukan program edukasi berkelanjutan untuk mendukung pencegahan dan deteksi dini penyakit tersebut