Ahmad Purnama Hudaya
Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Daerah Sumedang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Penatalaksanaan Sleep Hygiene Terstruktur Terhadap Gangguan Pola Tidur dengan Gerd Rinda Exsantri Herdiyanti; Ahmad Purnama Hudaya; Ria Inriyana
Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 2 (2026)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/sm.v21i2.1440

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur sering dialami mahasiswa keperawatan dengan gastroesophageal reflux disease (GERD) dan berdampak negatif terhadap kesehatan serta performa akademik. Hubungan dua arah antara gangguan tidur dan GERD menciptakan siklus patologis yang memerlukan intervensi terarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur dalam mereduksi gangguan pola tidur pada mahasiswa S1 Keperawatan UPI Kampus Sumedang dengan GERD. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group pretest-posttest. Dalam penelitian ini melibatkan 40 mahasiswa keperawatan (20 intervensi, 20 kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan skor GERD-Q ?8 dan PSQI >5. Kelompok intervensi menerima penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur selama tujuh hari berturut-turut, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima intervensi khusus. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank untuk perbandingan dalam kelompok dan uji Mann-Whitney U untuk perbandingan antar kelompok. Hasil: Kelompok intervensi menunjukkan penurunan skor PSQI yang sangat signifikan dari 10,05±2,67 menjadi 4,50±1,64 (p<0,001), dengan penurunan rata-rata 5,55 poin, mengubah kualitas tidur dari kategori buruk menjadi baik. Kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan dengan median skor tetap 8,00 (p=0,053). Perbedaan selisih perubahan skor PSQI antar kelompok sangat signifikan secara statistik (p<0,001), dengan kelompok intervensi menunjukkan penurunan median sebesar -5,500 poin dibandingkan 0,000 pada kelompok kontrol, mengindikasikan effect size yang substansial. Kesimpulan: Penatalaksanaan sleep hygiene terstruktur sangat efektif dalam mereduksi gangguan pola tidur pada mahasiswa keperawatan dengan GERD. Intervensi nonfarmakologis ini memberikan pendekatan praktis, mudah diakses, dan berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas tidur pada populasi rentan ini serta dapat diimplementasikan secara mandiri oleh mahasiswa.