Penelitian ini mengkaji komunikasi pembangunan partisipatif dalam pemberdayaan kelompok tani untuk penanganan hama tanaman di Desa Baji Mangngai, Kabupaten Maros. Serangan hama dan keterbatasan pengetahuan petani menurunkan produktivitas pertanian sehingga diperlukan pemberdayaan yang bertumpu pada komunikasi. Penelitian bertujuan menganalisis proses pemberdayaan masyarakat melalui kelompok tani serta bentuk komunikasi kelompok tani yang mendukung pemberdayaan tersebut. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap 13 informan (ketua, pengurus, anggota, penyuluh pertanian, serta petani nonanggota) yang dipilih secara purposif pada Februari–April 2026, dan dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui pengodean terbuka serta triangulasi. Temuan memperlihatkan bahwa pemberdayaan berlangsung melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan lapangan, gotong royong, penyemprotan bersama, dan diskusi kelompok yang oleh informan dinilai berlangsung secara terbuka dan partisipatif, meskipun keterlibatan perempuan dan petani rentan masih terbatas. Komunikasi berlangsung melalui saluran interpersonal, kelompok, dan digital (WhatsApp) yang mempercepat penyebaran informasi dan inovasi pertanian. Penelitian menyimpulkan bahwa kelompok tani berperan sebagai media komunikasi pembangunan partisipatif yang memperkuat pengetahuan, partisipasi, dan solidaritas masyarakat desa sehingga perlu didukung penyuluhan dan pendampingan yang berkelanjutan serta inklusif.