Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA REGULASI EMOSI TERHADAP AGRESIVITAS PADA REMAJA DENGAN PEER PRESSURE SEBAGAI MODERATOR Adella Iliyin Octaviona; Amanda Pasca Rini; Nindia Pratitis
JURNAL ILMIAH PENELITIAN MAHASISWA Vol 4 No 5 (2026): Oktober
Publisher : Kampus Akademik Publiser

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jipm.v4i5.3015

Abstract

Agresivitas merupakan salah satu bentuk perilaku yang sering muncul pada masa remaja dan dapat dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Regulasi emosi sebagai faktor internal berperan dalam mengendalikan perilaku agresif, sedangkan peer pressure sebagai faktor eksternal diduga dapat memengaruhi hubungan antara regulasi emosi dan agresivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan agresivitas pada remaja serta menguji peran peer pressure sebagai variabel moderator dalam hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 355 remaja berusia 15–19 tahun yang berdomisili di Pasuruan, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala regulasi emosi berdasarkan teori Gross (2014), skala agresivitas berdasarkan Buss dan Perry (1992), serta skala peer pressure berdasarkan Clasen dan Brown (1986). Analisis data dilakukan menggunakan Regresi Linier Sederhana dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa regulasi emosi memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan agresivitas pada remaja, sehingga semakin tinggi kemampuan regulasi emosi maka semakin rendah tingkat agresivitas. Sebaliknya, peer pressure memiliki hubungan positif dengan agresivitas, yang berarti semakin tinggi tekanan teman sebaya maka semakin tinggi kecenderungan perilaku agresif. Hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa peer pressure berperan sebagai variabel moderator yang memperlemah pengaruh regulasi emosi dalam menurunkan agresivitas. Dengan demikian, pada kondisi tekanan teman sebaya yang tinggi, kemampuan regulasi emosi menjadi kurang efektif dalam mengendalikan perilaku agresif. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor sosial, khususnya tekanan teman sebaya, merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam upaya pencegahan perilaku agresif pada remaja.