Abstrak Anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang menempuh pendidikan non-formal di Sanggar Belajar (SB) Al-Miftah Semenyih, Malaysia, menghadapi tantangan berat berupa kejenuhan belajar (learning burnout). Fenomena ini dipicu oleh durasi jam belajar harian yang sangat panjang serta keterbatasan fasilitas fisik ruang kelas rangkap yang minim penyekat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Fun Islamic Learning melalui pendekatan Mnemonic Song (nasyid modifikasi) berbantuan media visual sketsa papan tulis dalam meningkatkan retensi memori kognitif dasar kosakata Bahasa Arab (anatomi jari tangan) sekaligus mengurai keletihan mental siswa kelas rendah (kelas 1). Pendekatan yang diaplikasikan bersifat partisipatif dan multisensori dengan mengintegrasikan stimulasi visual, auditori, serta gerakan motorik-kinestetik secara simultan. Subjek evaluasi dalam program ini berjumlah 9 peserta didik. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan adanya eskalasi performa akademik yang sangat signifikan, di mana nilai rata-rata kelas meroket dari 44,4 pada tahap pra-tes (pre-test) menjadi 76,6 pada evaluasi pasca-tes (post-test). Kenaikan ini juga diiringi oleh lonjakan persentase ketuntasan belajar klasikal dari semula 50,0% menjadi 66,7%. Secara kualitatif, hasil observasi mengonfirmasi bahwa pelibatan fisik melalui gerakan ritmis dan lantunan nada lagu yang ceria mampu memblokir distraksi suara bising lingkungan sekitar, memulihkan energi emosional, serta menumbuhkan rasa percaya diri anak diaspora. Kombinasi metode ini terbukti sukses mengubah keterbatasan fasilitas institusi non-formal menjadi ekosistem pembelajaran diniyah yang efektif, humanis, dan ramah anak. Kata kunci: fun Islamic learning; kejenuhan belajar; mnemonic song; anak pekerja migran; sanggar belajar. Abstract Children of Indonesian Migrant Workers (PMI) pursuing non-formal education at Sanggar Belajar (SB) Al-Miftah Semenyih, Malaysia, face severe challenges regarding learning burnout. This phenomenon is triggered by extended daily learning hours and the limitations of multi-grade classroom facilities that lack physical partitions. This community service aims to evaluate the effectiveness of the Fun Islamic Learning method using a Mnemonic Song approach (modified nasyid) assisted by visual whiteboard sketches to enhance cognitive retention of basic Arabic vocabulary (finger anatomy) while reducing the mental fatigue of lower-grade students (grade 1). The applied approach is participatory and multisensory, simultaneously integrating visual, auditory, and motor-kinesthetic stimulations. The evaluation subjects consisted of 9 students. The quantitative analysis results demonstrated a highly significant escalation in academic performance, where the classroom average score skyrocketed from 44.4 in the pre-test phase to 76.6 in the post-test evaluation. This improvement was also accompanied by a surge in classical learning completeness from 50.0% to 66.7%. Qualitatively, observations confirmed that physical involvement through rhythmic movements and cheerful song melodies successfully blocked surrounding noise distractions, restored emotional energy, and fostered the confidence of diaspora children. This combined method proved successful in transforming the facility limitations of non-formal institutions into an effective, humanistic, and child-friendly diniyah learning ecosystem. Keywords: fun islamic learning; learning burnout; mnemonic song; migrant workers children; sanggar belajar.