This Author published in this journals
All Journal Ebers Papyrus
Melani Rakhmi Mantu
Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK BALITA Michelle Lynn Adisastra; Melani Rakhmi Mantu
Ebers Papyrus Vol. 32 No. 1 (2026): EBERS PAPYRUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/ep.v32i1.38466

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan salah satu indikator penting dalam tumbuh kembang balita yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama kecukupan nutrisi. Asupan gizi yang optimal berperan dalam pembentukan dan maturasi sistem saraf, termasuk proses mielinisasi, pembentukan sinaps, serta koordinasi sensorimotor yang mendukung keterampilan gerak halus. Sebaliknya, masalah gizi pada usia dini dapat menghambat proses tersebut dan meningkatkan risiko keterlambatan perkembangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan motorik halus berdasarkan kondisi gizi pada balita. Studi observasional analitik dengan desain potong lintang ini dilaksanakan di Posyandu Kelurahan Wijaya Kusuma, Jakarta Barat, pada Januari–Februari 2026. Sebanyak 160 responden berusia 0–59 bulan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Penilaian kondisi gizi dilakukan melalui pengukuran berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) berdasarkan WHO Z-score, kemudian diklasifikasikan menjadi gizi baik dan malnutrisi. Evaluasi keterampilan motorik halus menggunakan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) sesuai kelompok usia dengan fokus domain motorik halus. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara kedua kelompok (p<0,001), di mana balita dengan gizi baik memiliki rerata peringkat lebih tinggi dibandingkan kelompok malnutrisi (89,31 vs 51,22). Temuan ini mengindikasikan bahwa kecukupan nutrisi berperan dalam menunjang kemampuan gerak halus, walaupun stimulasi, lingkungan, dan faktor sosial ekonomi turut memengaruhi pencapaiannya. Dengan demikian, balita bergizi baik cenderung memiliki kemampuan motorik halus yang lebih optimal dibandingkan balita dengan malnutrisi.