Muhammad Idris Muzakki
Universitas Islam Sultan Agung, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Muatan Lokal di SMP Al Huda Genuk Semarang Muhammad Idris Muzakki
Cendekia: Jurnal Pengembangan Kurikulum dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2025): Contemporary Challenges in Islamic Education
Publisher : CV Faliha Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64683/cendekia.v2i2.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) muatan lokal di SMP Al-Huda Genuk Semarang, meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya kurikulum muatan lokal sebagai upaya membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman yang selaras dengan kearifan lokal masyarakat sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum PAI muatan lokal di SMP Al-Huda melibatkan kolaborasi antara pihak sekolah, guru, siswa, dan masyarakat, dengan dasar filosofis nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadits. Kurikulum muatan lokal yang dikembangkan meliputi kegiatan Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ), hafalan Juz 'Amma, dan pembelajaran kesenian Islami seperti rebana. Faktor pendukung dalam pengembangan kurikulum ini adalah dukungan penuh dari kepala sekolah, semangat guru, dan antusiasme siswa. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan sarana prasarana dan kurangnya sumber daya pengajar yang spesifik di bidang muatan lokal. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi sekolah-sekolah lain dalam mengembangkan kurikulum PAI berbasis muatan lokal, serta memberikan kontribusi terhadap upaya pelestarian nilai-nilai keislaman dan budaya lokal dalam dunia pendidikan.