Daging sapi potong berperan penting dalam pemenuhan gizi masyarakat dan ketahanan pangan nasional. Di Kabupaten Sambas khususnya di Kecamatan Sambas, distribusi daging sapi potong melalui pasar tradisional masih menghadapi kendala dalam menjamin kehalalan produk, hal ini menimbulkan kerentanan terhadap kehalalan dan kualitas produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi rantai pasok daging sapi potong di Pasar Tradisional Kecamatan Sambas, kesesuaian Halal Supply Chain Management (HSCM) pada daging sapi potong di Pasar Tradisional Kecamatan Sambas serta merumuskan model integratif penguatan HSCM dalam mewujudkan rantai pasok yang sesuai dengan prinsip maqaṣid syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif analitis dengan menggunakan member check untuk memastikan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan implementasi HSCM daging sapi potong di Pasar Tradisional Kecamatan Sambas dikelola secara tradisional dan berbasis kepercayaan, belum terstruktur secara formal sesuai standar Sistem Jaminan Produk Halal. Meskipun praktik penyembelihan telah memenuhi ketentuan syariat dan aspek thayyib seperti kebersihan, dan kualitas, namun prinsip utama HSCM seperti halal assurance, segregation, traceability, compliance, dan syariah-based SOP belum terlaksana secara optimal. Keterbatasan fasilitas seperti ketiadaan RPH bersertifikat, cold chain, dokumentasi keterlacakan, serta lemahnya pengawasan dan pendampingan regulator menunjukkan adanya potensi risiko terhadap keamanan dan integritas halal produk. Oleh karena itu, model integratif penguatan HSCM menjadi strategi penting dalam mewujudkan sistem rantai pasok halal yang terstandar, transparan, dan berkelanjutan, sehingga mampu menjamin kehalalan dan kualitas produk secara menyeluruh serta selaras dengan tujuan maqashid syariah.