Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Tanda Bahaya Kehamilan Dengan Kepatuhan Melakukan Pemeriksaan Antenatal Care (Anc) di Pmb Clinicare Kartasura Naina Sonia Kholifaturrosidah; Kamidah
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2026): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Bulan Oktober
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v2i2.248

Abstract

Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dapat disertai komplikasi apabila tanda bahaya kehamilan tidak dikenali dan ditangani sejak dini, sehingga deteksi dini melalui pemeriksaan Antenatal Care (ANC) menjadi upaya penting untuk mencegah komplikasi pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan pemeriksaan ANC di PMB CliniCare Kartasura. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 15 item (Benar–Salah) adaptasi dari Iswidayanti, sedangkan kepatuhan ANC dinilai melalui lembar observasi berdasarkan catatan kunjungan pada buku KIA. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Freeman Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (40,0%), diikuti pengetahuan baik (36,7%) dan kurang (23,3%). Sebanyak 53,3% responden patuh melakukan pemeriksaan ANC. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan ANC (p = 0,001; p < 0,05), dengan kekuatan hubungan kategori sedang (Contingency Coefficient = 0,568). Seluruh responden berpengetahuan kurang (100%) tidak patuh melakukan ANC, sedangkan 90,9% responden berpengetahuan baik patuh melakukan ANC. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam mendorong kepatuhan pemeriksaan ANC, sehingga edukasi berkelanjutan oleh tenaga kesehatan perlu terus dilakukan.