Dismenore merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri dan dapat menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari, penurunan konsentrasi belajar, serta berdampak terhadap pencapaian akademik. Prevalensi kejadian dismenore pada remaja putri di Provinsi Jawa Tengah mencapai 56%. Penatalaksanaan dismenore dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah terapi akupresur, karena stimulasi pada titik tertentu diyakini mampu mengurangi kontraksi uterus serta merangsang pelepasan endorfin yang berperan dalam menurunkan persepsi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan intensitas dismenore sebelum dan sesudah diberikan terapi akupresur titik LI4 pada remaja putri di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Penelitian ini menggunakan metode pre eksperimen dengan desain one group pretest posttest. Populasi penelitian sebanyak 68 siswi dengan jumlah sampel 30 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Intervensi dilakukan dengan memberikan tekanan pada titik LI4, yaitu area punggung tangan di antara ibu jari dan jari telunjuk, sebanyak 30 putaran. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata intensitas dismenore dari 5,03 sebelum intervensi menjadi 2,47 setelah diberikan terapi akupresur, dengan rata-rata penurunan sebesar 2,6. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara intensitas dismenore sebelum dan sesudah terapi akupresur titik LI4. Dengan demikian, terapi akupresur titik LI4 dapat menjadi salah satu alternatif intervensi nonfarmakologis dalam membantu mengurangi intensitas dismenore pada remaja putri.