Jumlah balita di Posyandu Desa Toriyo sebanyak 266 balita, dengan 22 balita di antaranya mengalami stunting. Kondisi ini menunjukkan bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan yang perlu diperhatian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam pemantauan pemanfaatan Buku KIA oleh ibu. Tujuan; Mengetahui hubungan antara tingkat pemanfaatan Buku KIA oleh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Posyandu Desa Toriyo. Metode; Jenis penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki balita sebanyak 266, dengan sampel 58 responden dipipih secara stratified random sampling responden ibu balita. sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting pada balita. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup serta alat ukur panjang badan dan tinggi badan. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil; Sebagian basar responden dengan pemanfaatan Buku KIA kategori tinggi memiliki balita tidak stunting 24 balita (88,9%), sedangkan pada pemanfaatan Buku KIA kategori rendah sebagian besar balita mengalami stunting sebanyak 4 balita (80,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pemanfaatan Buku KIA dengan kejadian stunting pada balita (p-value = 0,001). Dengan kekuatan hubungan berdasarkan nilai Cramer’s V sebesar 0,631. Kesimpulan; Terdapat hubungan signifikan antara pemanfaatan Buku KIA oleh ibu dengan kejadian stunting pada balita di Posyandu Desa Toriyo. Peningkatan edukasi dan pendampingan ibu dalam pemanfaatan Buku KIA diperlukan sebagai upaya pencegahan stunting.