Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan media pembelajaran yang meliputi tren pengembangan, model desain yang digunakan, jenis dan karakteristik media yang muncul, serta efektivitas implementasinya dalam pembelajaran IPAS siswa kelas VI sekolah dasar. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dan metode Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Kajian penelitian yang dilakukan terhadap 25 artikel ilmiah yang membahas penggunaan media pembelajaran digital pada pembelajaran IPAS siswa kelas VI sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren pengembangan media pembelajaran didominasi oleh penggunaan teknologi digital interaktif, seperti multimedia interaktif, aplikasi Android, e-book, chatbot, Canva, Genially, realitas maya (VR), realitas berimbuh (AR), video animasi, dan gamifikasi. Model pengembangan yang paling banyak digunakan adalah ADDIE, diikuti oleh MDLC, 4D, Rapid Prototyping, dan Waterfall. Karakteristik utama media yang sedang berkembang meliputi interaktivitas, visualisasi konkret dari konsep abstrak, akses yang fleksibel, dan dukungan untuk pembelajaran mandiri. Lebih lanjut, hasil sintesis menunjukkan bahwa penggunaan media digital telah terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar, pemahaman konseptual, motivasi, minat belajar, keterlibatan siswa, dan memunculkan respons positif dari guru dan siswa. Teknologi VR dan AR memberikan pengalaman belajar yang lebih imersif, sementara animasi dan gamifikasi dapat meningkatkan keterlibatan belajar. Dengan demikian, media pembelajaran digital merupakan inovasi strategis yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran IPAS di sekolah dasar, khususnya pada tata surya, melalui pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan berpusat pada siswa.