Seiring dengan meningkatnya perhatian global terhadap pengurangan emisi karbon, implementasi perdagangan karbon telah menjadi kebijakan strategis yang memengaruhi praktik bisnis dan dinamika pasar modal di Indonesia. Transisi menuju ekonomi rendah karbon mendorong perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada kinerja keuangan, tetapi juga pada aspek keberlanjutan yang terintegrasi dalam strategi bisnis. Dalam konteks ini, Environmental, Social, and Governance (ESG) berperan penting sebagai indikator dalam menilai keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab perusahaan di era ekonomi rendah karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kinerja ESG terhadap pasar modal di era perdagangan karbon, khususnya dalam membentuk respons pasar, persepsi investor dan pengguna laporan keuangan lainnya, serta pergerakan harga saham perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan berbasis data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan, laporan keberlanjutan, publikasi ilmiah, serta regulasi yang berkaitan dengan ESG dan perdagangan karbon untuk periode 2024. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk memahami hubungan antara dimensi ESG, manajemen risiko iklim, dan dinamika pasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan kinerja ESG yang baik serta pengungkapan yang transparan cenderung mengalami pergerakan harga saham yang lebih stabil dan positif. Selain itu, kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko iklim, melakukan inovasi berkelanjutan, serta mengintegrasikan praktik ESG ke dalam tata kelola perusahaan turut memperkuat kepercayaan investor, reputasi perusahaan, dan stabilitas nilai saham. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi ESG di era perdagangan karbon tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam meningkatkan nilai perusahaan, daya saing investasi, serta pengembangan pasar modal yang lebih stabil, sehat, dan berkelanjutan. Dengan demikian, ESG dan perdagangan karbon merupakan elemen penting dalam mendorong terciptanya pasar modal yang lebih berkelanjutan serta tangguh terhadap risiko transisi menuju ekonomi rendah karbon.