Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DALAM MENGELOLA PERUBAHAN ORGANISASI DAN PENGUATAN ETOS KERJA ISLAMI PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Ach Faizin; Achmad Muhlis; Atiqullah
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1581

Abstract

Pergeseran paradigma dalam dunia pendidikan menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara proaktif. Namun, inisiatif manajemen perubahan seringkali berbenturan dengan stagnasi budaya dan resistensi struktural. Kepemimpinan transformasional hadir sebagai katalis strategis guna mengatasi hambatan tersebut. Sayangnya, terdapat celah penelitian (research gap) yang substansial; literatur terdahulu mayoritas membedah model kepemimpinan ini pada korporasi umum dan belum mengintegrasikannya secara komprehensif dengan Etos Kerja Islami (EKI) dalam kerangka transisi institusional. Oleh karena itu, kebaruan (novelty) riset ini terletak pada perumusan kerangka konseptual yang meleburkan strategi manajemen perubahan dengan habituasi EKI sebagai poros kohesivitas pendidik. Guna membedah wacana tersebut, tulisan ini menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pendekatan studi kepustakaan (library research) dan analisis kritis. Pengumpulan data difokuskan pada eksplorasi, komparasi, dan sintesis berbagai teks teoretis serta literatur mutakhir tanpa memerlukan data empiris lapangan. Melalui penelaahan diskursif yang ketat, kajian ini menemukan bahwa keberhasilan etos kerja islami sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dalam membangun budaya organisasi berbasis keteladanan dan nilai spiritual. Secara spesifik, tulisan ini memberikan kontribusi teoritik dengan memperluas konsepsi kepemimpinan transformasional klasik melalui usulan dimensi baru, yakni "keteladanan spiritual" (spiritual modelling). Kesimpulannya, transformasi kelembagaan agama mutlak berpijak pada penghayatan teologis figur pimpinan, bukan sekadar kalkulasi manajerial.