Irma Fitria Amalia
Institut Pendidikan Indonesia, Garut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Augmented Reality Laboratory untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Mahasiswa pada Praktikum Fisika Dasar Dewi Nur Putri Purnamasari; Irma Fitria Amalia; Ali Ismail
Jurnal Pendidikan dan Humaniora Vol 3, No 2 (2026): April 2026
Publisher : STKIP Harapan Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jpk.v3i2.1523

Abstract

Pendidikan tidak cukup hanya dengan mengetahui teori, tetapi juga memerlukan pemahaman konsep dalam berbagai disiplin ilmu, salah satunya fisika. Fisika pada umumnya dianggap sulit karena menggabungkan konsep alam semesta yang abstrak dengan kompleksitas matematis, terutama pada materi seperti listrik dinamis yang aliran elektronnya tidak dapat diamati secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta efektivitas penggunaan aplikasi Augmented Reality (AR) Laboratory pada praktikum fisika terhadap pemahaman konsep mahasiswa pada materi listrik dinamis. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (one-group pretest-posttest), melibatkan 22 mahasiswa tingkat 1 Pendidikan Fisika Institut Pendidikan Indonesia Garut. Data diperoleh dari tes pemahaman konsep pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test, dan analisis N-gain. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai meningkat dari 37,00 (pretest) menjadi 78,69 (posttest). Uji paired sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 ( 0,05), yang menunjukkan pengaruh signifikan dari penggunaan aplikasi AR-Lab terhadap pemahaman konsep mahasiswa. Rata-rata skor N-gain sebesar 0,66 (66%) termasuk kategori cukup efektif, dengan peningkatan terbesar pada indikator menafsirkan konsep dalam representasi matematis dan peningkatan terkecil pada indikator memberi contoh dan meringkas rangkaian. Disimpulkan bahwa aplikasi AR-Lab memiliki pengaruh yang signifikan dan cukup efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep mahasiswa pada praktikum fisika materi listrik dinamis.
Analisis Miskonsepsi Materi Fluida Statis Menggunakan Four Tier Diagnostic Test pada Siswa SMA Nenden Farida Alia; Irma Fitria Amalia; Rizal Adimayuda
Jurnal Pendidikan dan Ilmu Fisika Vol 6 No 2 (2026): December 2026 (in press)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpif.v6i2.44316

Abstract

This study aims to analyze students' misconceptions on the static fluid concept using a Four-Tier Diagnostic Test instrument. Static fluid material was chosen because of its complex characteristics and potential to cause misconceptions, particularly in the sub-concepts of hydrostatic pressure, Pascal's law, and Archimedes' principle. This study used a descriptive method with a quantitative approach. The subjects were 68 eleventh-grade students from a public senior high school in Garut Regency, selected through purposive sampling. The research instrument consisted of a four-tier diagnostic test comprising 15 multiple-choice items. The data obtained were analyzed based on the combination of students' answers at each tier to identify categories of conceptual understanding, misconception, lack of understanding, and partial understanding. The results showed that overall, 37.74% of students experienced misconceptions, 37.65% understood the concept, 14.31% did not understand the concept, and 10.30% partially understood the concept. At the sub-concept level, the highest misconception was found in Pascal's law (52.20%), followed by Archimedes' principle (41.47%) and hydrostatic pressure (25%). The highest item-level misconception occurred in item number 7 concerning the lifting force on a piston, with a percentage of 73.53%. These results indicate the need for more serious efforts in identifying and remediating student misconceptions, as well as the importance of applying in-depth diagnostic instruments such as the Four-Tier Diagnostic Test in physics learning.