This Author published in this journals
All Journal Ners Muda
Joanggi W Harianto
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan terapi pijat woolwich pada kelancaran produksi ASI pasien post sectio caesarea: laporan dua kasus Tri Wahyuni; Maulidha Haryanandha Utami; Joanggi W Harianto; Nur Fithriyanti Imamah
Ners Muda Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/nm.v7i2.14948

Abstract

Masalah menyusui sering dialami ibu pascaoperasi sectio caesarea (SC), termasuk hambatan kelancaran produksi ASI. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan perubahan indikator produksi ASI setelah penerapan pijat Woolwich dengan pendekatan teori Ramona T. Mercer di Ruang Rawat Gabung RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Desain yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada dua pasien yang mengalami hambatan produksi ASI. Intervensi diberikan dua kali sehari selama dua hari; setiap payudara dipijat selama ±15 menit pada area sekitar 1–1,5 cm di luar areola. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan instrumen observasi yang dilaporkan terdiri atas 15 indikator, yaitu 10 indikator pada ibu dan 5 indikator pada bayi. Pada pasien pertama, kategori produksi ASI berubah dari tidak lancar menjadi lancar setelah intervensi hari pertama dan tetap lancar setelah intervensi hari kedua. Pada pasien kedua, kategori masih tidak lancar setelah intervensi hari pertama dan menjadi lancar setelah intervensi hari kedua. Pada kedua kasus, pemberian pijat Woolwich diikuti peningkatan indikator kelancaran produksi ASI. Karena laporan ini hanya melibatkan dua kasus tanpa kelompok pembanding, temuan diinterpretasikan secara deskriptif dan tidak dapat membuktikan efektivitas intervensi secara kausal. Pijat Woolwich dapat dipertimbangkan sebagai intervensi pendukung dalam asuhan keperawatan maternitas dengan memperhatikan kondisi ibu, praktik menyusui, dan pemantauan klinis.