Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana angin puting beliung. Penelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya intensitas bencana hidrometeorologi serta pentingnya penguatan kapasitas kelembagaan pemerintah daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kota Metro sebagai wilayah dengan potensi cuaca ekstrem memerlukan kesiapsiagaan yang didukung kapasitas kelembagaan yang memadai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana dengan mengacu pada dimensi kapasitas kelembagaan menurut Grindle, yaitu sumber daya manusia, penguatan organisasi, dan jejaring antar lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas BPBD Kota Metro dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana angin puting beliung masih berada pada tahap penguatan. Pada dimensi sumber daya manusia masih terdapat keterbatasan jumlah dan kompetensi personel. Pada dimensi penguatan organisasi, program kesiapsiagaan belum sepenuhnya terintegrasi dalam sistem yang komprehensif. Pada dimensi jejaring antar lembaga, koordinasi lintas sektor telah berjalan namun belum optimal dan berkelanjutan. Faktor pendukung meliputi adanya regulasi pemerintah dan dukungan pemerintah daerah, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, sumber daya manusia, serta sarana dan prasarana. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan sistem kelembagaan, serta optimalisasi koordinasi lintas sektor guna membangun kesiapsiagaan bencana yang lebih efektif. Kata Kunci: kapasitas kelembagaan, BPBD, kesiapsiagaan, angin puting beliung, Kota Metro.