Kamalya Gavra Jacinda
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Co-Creation Pada Pelaksanaan Program Kampung Zero Waste Dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat Di Kelurahan Semolowaru Kota Surabaya Kamalya Gavra Jacinda; Hasan Ismail
Public Service and Governance Journal Vol. 7 No. 2 (2026): Juli : Public Service And Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v7i2.3975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep co-creation dalam pelaksanaan Program Kampung Zero Waste (KZW) sebagai upaya pengelolaan sampah yang berbasis masyarakat di Kelurahan Semolowaru, Kota Surabaya. Co-creation diartikan sebagai proses kolaboratif antara pemerintah, mahasiswa magang, Kader Surabaya Hebat (KSH), dan warga dalam merancang serta melaksanakan solusi pengelolaan sampah secara partisipatif. Metode yang dipakai meliputi observasi partisipatif dan pendampingan lapangan langsung dibawah koordinasi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, yang mencakup pendataan kondisi RW, Penimbangan timbulan sampah rumah tangga selama delapan hari berturut-turut pada 10 rumah perwakilan RW. Hasil menunjukan bahwa pendekatan co-creation berhasil meningkatkan keterlibatan warga dalam pemilahan sampah, pengelolaan Bank Sampah, serta pemanfaatan teknologi sederhana seperti komposter, takakura, dan ecoenzyme. Data penimbangan juga menginformasi penurunan timbulan sampah pada wilayah yang konsisten menerapkan program. Meski demikian, penelitian menemukan hambatan berupa rendahnya literasi digital warga terhadap aplikasi SIBASAM dan kurang konsistennya koordinasi antara pihak kelurahan dan Kader lapangan. Kesimpulannya, keberhasilan program KZW sangat bergantung pada kualitas kolaborasi antar-aktor dan kelangsungan pendampingan berbasis co-creation. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas kader, perluasan kegiatan sosialisasi, serta dukungan kebijakan yang lebih sistematis dari Pemerintah Kota.