Salsa Ayu Fajriyah Fajriyah
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Asesmen High Order Thinking Skill (HOTS) Terintegrasi Metakognitif Pada Materi Energi Dan Kekekalan Energi: Development of a Higher Order Thinking Skills (HOTS) Assessment Integrated with Metacognitive on Energy and Energy Conservation Salsa Ayu Fajriyah Fajriyah; Woro Setyarsih
Inovasi Pendidikan Fisika Vol. 15 No. 1 (2026): Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Tahun 2026 in Progres...
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) merupakan salah satu kompetensi yang perlu dikembangkan dalam pembelajaran fisika. Namun, instrumen asesmen yang digunakan di sekolah umumnya masih berfokus pada hasil akhir dan belum mampu mengungkap proses berpikir siswa selama menyelesaikan masalah. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen asesmen HOTS terintegrasi prompt metakognitif pada materi energi dan hukum kekekalan energi, serta menganalisis karakteristik psikometri instrumen dan kemampuan HOTS siswa. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi teoritis dilakukan oleh tiga validator ahli, sedangkan uji coba terbatas melibatkan 32 mahasiswa Pendidikan Fisika untuk analisis menggunakan Classical Test Theory. Tahap implementasi melibatkan 82 siswa kelas X SMA yang dianalisis menggunakan Rasch Model berbantuan aplikasi Winsteps. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memenuhi kriteria valid berdasarkan validasi ahli dan validitas empiris, serta memiliki reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya beda yang baik. Analisis Rasch menunjukkan seluruh butir soal memenuhi kriteria fit, nilai item reliability sebesar 0,90 dengan kategori baik, serta person separation sebesar 1,80 yang mampu membedakan kemampuan siswa ke dalam dua strata. Hasil implementasi juga menunjukkan bahwa kemampuan HOTS siswa didominasi pada kategori sedang. Integrasi prompt metakognitif tidak hanya menghasilkan instrumen yang memenuhi karakteristik psikometri yang baik, tetapi juga memberikan informasi mengenai proses berpikir siswa pada aspek awareness, regulation, dan evaluation. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan berpotensi dimanfaatkan sebagai alat asesmen sekaligus sarana diagnostik untuk mendukung perancangan pembelajaran fisika yang lebih efektif.