p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kedaymas
Lukman Noerochim
InstitutTeknologi Sepuluh Nopember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Keberlanjutan Pengelolaan Air Sumur Artesis Berbasis Ultrafiltrasi Reverse Osmosis untuk Meningkatkan Kualitas Air Minum di Pondok Pesantren Khomsani Nur Tubagus Noor Rohmannudin; Sulistijono Sulistijono; Lukman Noerochim; Budi Agung Kurniawan; Respati Kevin Pramadewandaru; Laely Aghe Africa
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026): Kedaymas Volume 6 No.2
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v6i2.5472

Abstract

Pondok Pesantren Khomsani Nur di Kabupaten Lumajang memanfaatkan air sumur artesis sebagai sumber utama kebutuhan air bersih. Program pengabdian sebelumnya telah membangun sistem penyediaan air berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO), namun keberlanjutan operasionalnya memerlukan penguatan melalui pemeliharaan sistem, peningkatan kapasitas pengelola, dan penyediaan fasilitas pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pengelolaan air sumur artesis berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO), agar sistem dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui evaluasi program sebelumnya, observasi dan identifikasi kebutuhan mitra seperti pemasangan atap galvalum untuk melindungi alat ultrafiltrasi dari hujan, pemasangan pompa tambahan pada sistem ultrafiltrasi, pembangunan fasilitas pendukung berupa tempat wudhu, pemeliharaan, pelatihan dan pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem ultrafiltrasi reverse osmosis (RO) beroperasi dengan baik dan mampu meningkatkan kualitas air sumur artesis yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Total Dissolved Solids (TDS) dari 199 ppm menjadi 11 ppm. Hal ini menunjukkan pengelola pesantren telah mampu mengoperasikan dan melakukan perawatan dasar sistem secara mandiri. Selain itu, pihak pesantren juga merencanakan untuk memasarkan air hasil ultrafiltrasi reverse osmosis (RO) di masyarakat sekitar pesantren sehingga mendukung perekonomian untuk keberlanjutan penyediaan air bersih di lingkungan pesantren. Program ini berhasil meningkatkan kualitas sistem penyediaan air bersih sekaligus memperkuat kapasitas mitra dalam pengelolaan teknologi pengolahan air berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO).
Pendampingan Keberlanjutan Pengelolaan Air Sumur Artesis Berbasis Ultrafiltrasi Reverse Osmosis untuk Meningkatkan Kualitas Air Minum di Pondok Pesantren Khomsani Nur Tubagus Noor Rohmannudin; Sulistijono Sulistijono; Lukman Noerochim; Budi Agung Kurniawan; Respati Kevin Pramadewandaru; Laely Aghe Africa
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 02 (2026): Kedaymas Volume 6 No.2
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v6i2.5472

Abstract

Pondok Pesantren Khomsani Nur di Kabupaten Lumajang memanfaatkan air sumur artesis sebagai sumber utama kebutuhan air bersih. Program pengabdian sebelumnya telah membangun sistem penyediaan air berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO), namun keberlanjutan operasionalnya memerlukan penguatan melalui pemeliharaan sistem, peningkatan kapasitas pengelola, dan penyediaan fasilitas pendukung. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat pengelolaan air sumur artesis berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO), agar sistem dapat beroperasi secara optimal dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui evaluasi program sebelumnya, observasi dan identifikasi kebutuhan mitra seperti pemasangan atap galvalum untuk melindungi alat ultrafiltrasi dari hujan, pemasangan pompa tambahan pada sistem ultrafiltrasi, pembangunan fasilitas pendukung berupa tempat wudhu, pemeliharaan, pelatihan dan pendampingan teknis, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem ultrafiltrasi reverse osmosis (RO) beroperasi dengan baik dan mampu meningkatkan kualitas air sumur artesis yang ditunjukkan oleh penurunan nilai Total Dissolved Solids (TDS) dari 199 ppm menjadi 11 ppm. Hal ini menunjukkan pengelola pesantren telah mampu mengoperasikan dan melakukan perawatan dasar sistem secara mandiri. Selain itu, pihak pesantren juga merencanakan untuk memasarkan air hasil ultrafiltrasi reverse osmosis (RO) di masyarakat sekitar pesantren sehingga mendukung perekonomian untuk keberlanjutan penyediaan air bersih di lingkungan pesantren. Program ini berhasil meningkatkan kualitas sistem penyediaan air bersih sekaligus memperkuat kapasitas mitra dalam pengelolaan teknologi pengolahan air berbasis ultrafiltrasi reverse osmosis (RO).