Syarifuddin
Prodi Teknik Sipil Pertahanan, Akademi Militer, Jl. Gatot Subroto No. 1 Magelang Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Shelter Darurat Berbasis Dual-Use Building Di Kawasan Rawan Gempa Syarifuddin
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 13 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v13i2.546

Abstract

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan salah satu wilayah dengan tingkat risiko gempa bumi yang tinggi sehingga membutuhkan sistem penyediaan shelter darurat yang aman, mudah diakses, dan dapat dioperasikan secara cepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi penerapan konsep Dual-Use Building sebagai strategi penyediaan shelter darurat dengan memanfaatkan bangunan publik yang digunakan pada kondisi normal dan dapat dialihfungsikan pada saat terjadi bencana. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi literatur melalui sintesis standar, pedoman kebencanaan, dan hasil penelitian terdahulu. Analisis dilakukan terhadap kriteria struktur tahan gempa, ketersediaan ruang terbuka, aksesibilitas kendaraan dan jalur evakuasi, sanitasi dan utilitas dasar, serta kedekatan dengan kawasan permukiman. Hasil analisis menunjukkan bahwa sekolah dan gedung olahraga memiliki tingkat kelayakan tertinggi untuk dikembangkan sebagai shelter darurat berbasis Dual-Use Building dibandingkan jenis bangunan publik lainnya. Keunggulan tersebut didukung oleh kapasitas ruang yang besar dan fleksibel, ketersediaan ruang terbuka, aksesibilitas yang baik, fasilitas sanitasi, serta kedekatan dengan permukiman. Konsep Dual-Use Building memungkinkan optimalisasi infrastruktur publik tanpa pembangunan fasilitas shelter khusus secara terpisah. Penerapan konsep ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan infrastruktur, mempercepat respons darurat, dan memperkuat ketahanan wilayah terhadap bencana gempa bumi. Integrasi konsep Dual-Use Building ke dalam perencanaan infrastruktur publik dan kebijakan pengurangan risiko bencana direkomendasikan sebagai strategi pengembangan shelter darurat yang adaptif, ekonomis, dan berkelanjutan.