Augoestinoes Augoest
Prodi Tehnik Sipil Pertahanan, Akademi Militer, Jl. Gatot Subroto No. 1 Magelang Jawa Tengah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Teknik Sistem Informasi Geografi (SIG) Untuk Evaluasi Kemampuan Lahan Sebagai Jalur Operasi Pertahanan : Studi : Kawasan DAS Serang Kulon Progo D I Yogyakarta Augoestinoes Augoest
JURNAL TEKNIK SIPIL PERTAHANAN Vol. 13 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : PPM Sdirjianbang Akademi Militer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63824/jptsp.v13i2.555

Abstract

Evaluasi kemampuan lahan di kawasan strategis pertahanan memerlukan pendekatan analisis spasial yang akurat dan efisien. Penelitian ini mengintegrasikan teknik Sistem Informasi Geografi (SIG) dengan interpretasi citra penginderaan jauh untuk mengevaluasi kemampuan lahan sebagai determinan utama jalur operasi pertahanan di DAS Serang, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metodologi penelitian menggabungkan survei lapangan, analisis overlay multi-parameter menggunakan ArcGIS 10.8, dan skoring berbasis kriteria kemampuan lahan. Parameter yang dianalisis mencakup kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, kepekaan erosi, dan aspek taktis medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DAS Serang terdiri dari lima kelas kemampuan lahan (III, IV, VI, VII, dan VIII) yang tersebar tidak merata. Dominasi lahan kelas VIII (36,27%) dan IV (25,84%) menunjukkan keterbatasan kapasitas untuk operasi pertahanan konvensional. Analisis overlay terhadap lima aspek medan taktis (medan kritik, lapangan tinjau dan tembak, lindung tinjau dan tembak, jalan pendekat, dan rintangan) mengidentifikasi dua rute operasi optimal dengan tingkat keamanan tertinggi. Penelitian ini membuktikan bahwa integrasi SIG dengan parameter pertahanan dapat meningkatkan efisiensi perencanaan operasi pertahanan sebesar 82,4% dibandingkan metode konvensional. Rekomendasi penelitian mencakup penghijauan pada lahan kelas VI-VIII dan pengembangan infrastruktur jalan untuk mendukung mobilitas operasional.