Pendahuluan: Pacaran pada remaja dapat berkembang menjadi perilaku seksual berisiko apabila tidak disertai kemampuan pengendalian diri dan keterampilan komunikasi yang baik. Rendahnya pengetahuan, sikap negatif, serta ketidakmampuan remaja menolak tekanan pasangan menjadi faktor utama terjadinya pacaran berisiko. Asuhan keperawatan komunitas dengan inovasi life skill menolak asertif merupakan pendekatan promotif-preventif untuk membekali remaja mengenali situasi berisiko dan menolak ajakan yang tidak sesuai batasan diri. Tujuan: menganalisis asuhan keperawatan komunitas dengan inovasi life skill menolak asertif dalam menurunkan perilaku pacaran berisiko pada siswa di MTS Antasari Samarinda. Metode: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komunitas. Subjek penelitian adalah lima siswa kelas IX yang teridentifikasi memiliki pacaran berisiko. Asuhan keperawatan dilakukan melalui lima kali kunjungan yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan reproduksi, pacaran sehat, serta pelatihan life skill menolak asertif. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen pengetahuan, sikap, dan perilaku melalui pre-test dan post-test. Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan pada seluruh domain. Rata-rata pengetahuan meningkat dari 26,2 menjadi 46,0 (75,6%). Sikap berubah positif dengan penurunan skor dari 35,4 menjadi 24,0 (32,2%). Perilaku pacaran berisiko menurun dari 18,2 menjadi 11,6 (36,3%). Siswa lebih mampu membatasi kontak fisik, menghindari situasi berisiko, dan menolak ajakan pasangan secara asertif. Kesimpulan: Asuhan keperawatan komunitas dengan inovasi life skill menolak asertif efektif meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa dalam mencegah pacaran berisiko, sehingga layak diterapkan sebagai strategi promotif-preventif di sekolah