Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan global yang prevalensinya masih tinggi di Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko seperti stres psikologis, konsumsi ultra-processed food (UPF) tinggi natrium, dan rendahnya aktivitas fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres psikologis, kebiasaan konsumsi UPF, kontribusi natrium dari UPF, dan tingkat aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi pada penderita hipertensi usia dewasa di Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan 83 responden yang dipilih melalui metode consecutive sampling secara proportionate. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-14 (PSS-14), kebiasaan konsumsi dan kontribusi natrium UPF menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), serta aktivitas fisik menggunakan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Tingkat stres dan tingkat aktivitas fisik dianalisis dengan uji korelasi Gamma dan Sommers’ d. Sedangkan kebiasaan konsumsi dan kontribusi natrium UPF dianalisis dengan uji hubungan Kolmogorov-Smirnov. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada kategori hipertensi stage 2 dan memiliki tingkat stres psikologis ringan, kebiasaan konsumsi UPF jarang, kontribusi natrium dari UPF rendah, serta tingkat aktivitas fisik ringan. Hasil uji statistik kebiasaan konsumsi UPF (p=<0,001) dan tingkat aktivitas fisik (p=0,005) berhubungan dengan kejadian hipertensi. Sedangkan hasil uji statistik menunjukkan tingkat stres psikologis (p=0,215) dan kontribusi natrium (p=0,440) dari UPF tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan: Kebiasaan konsumsi UPF sering dan tingkat aktivitas fisik rendah berhubungan dengan kejadian hipertensi, sedangkan tingkat stres psikologis dan kontribusi natrium dari UPF tidak berhubungan dengan kejadian hipertensi.Â