Maya Aulia Permatasari
Program Studi Gizi, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Citra Tubuh dan Gangguan Makan dengan Status Gizi Mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Surabaya Maya Aulia Permatasari; Fitriana Nugraheni
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v6i1.57661

Abstract

Latar Belakang: Citra tubuh berperan penting dalam membentuk kepercayaan diri mahasiswa terutama pada mahasiswa sendratasik. sehingga persepsi tubuh yang negatif dapat mendorong munculnya perilaku makan yang tidak sehat, peningkatan risiko gangguan makan, dan berdampak pada status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji hubungan citra tubuhdan gangguan makan dengan status gizi pada mahasiswa sendratasik.Metode: Penelitian menggunakan metode kuantitatif cross sectional melalui metode simple random sampling. Subjek penelitian ini berjumlah 87 responden mahasiswa Sendratasik Universitas Negeri Surabaya angkatan 2023 dan 2024. Data mengenai citra tubuh menggunakan instrumen Body Shape Questionnaire (BSQ-34), risiko gangguan makan menggunakan instrumen Eating Attitudes Test (EAT-26), serta penentuan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dari hasil pengukuran tinggi badan dan berat badan. Hubungan antar variabel dianalisis menggunakan uji chi-square.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa 34 mahasiswa (77,3%) memiliki citra tubuh positif dengan status gizi normal dan 39 mahasiswa (88,6%) yang tidak berisiko mengalami gangguan makan dengan status gizi normal. Analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara citra tubuh dengan status gizi (p = 0,003) serta gangguan makan dengan status gizi (p = 0,022) pada mahasiswa sendratasik.Kesimpulan: Citra tubuh dan gangguan makan memiliki hubungan dengan status gizi, sehingga mahasiswa dengan citra tubuh positif dan tidak berisiko mengalami gangguan makan lebih banyak pada kategori status gizi normal.