Fadri Pradiyati
RSUD Dr. Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan frekuensi halusinasi dengan kemampuan fungsi sosial pada pasien skizofrenia Fadri Pradiyati
Link Journal of Health Science Vol 4 No 1 (2027): March : Journal of Health Science
Publisher : CV LINK Education Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63425/ljhs.v4i1.191

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia dengan gejala halusinasi dapat mengganggu konsentrasi, komunikasi, hubungan interpersonal, dan keterlibatan pasien dalam aktivitas sosial. Frekuensi halusinasi yang berulang diduga berkaitan dengan rendahnya kemampuan fungsi sosial pasien skizofrenia. Tujuan: mengetahui hubungan frekuensi halusinasi dengan kemampuan fungsi sosial pada pasien skizofrenia di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 32 pasien skizofrenia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Skala Frekuensi Halusinasi (SFH) dan Skala Kemampuan Fungsi Sosial (SKFS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas responden memiliki frekuensi halusinasi sedang sebanyak 13 responden (40,6%). Kemampuan fungsi sosial paling banyak berada pada kategori tinggi sebanyak 13 responden (40,6%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan p value = 0,000 (<0,05), dan uji Spearman menunjukkan r = -0,928 dengan p value = 0,000. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara frekuensi halusinasi dengan kemampuan fungsi sosial pasien skizofrenia di RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus. Hubungan bersifat negatif sangat kuat, sehingga semakin tinggi frekuensi halusinasi maka kemampuan fungsi sosial pasien cenderung semakin rendah. Perawat perlu melakukan pengkajian frekuensi halusinasi secara rutin dan mengoptimalkan intervensi keperawatan jiwa serta rehabilitasi psikososial untuk mempertahankan fungsi sosial pasien.