Pendahuluan: Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan lingkungan klinis bertekanan tinggi yang membutuhkan penilaian cepat, pengambilan keputusan kritis, dan tindakan penyelamatan jiwa dalam waktu yang terbatas. Hal ini menjadikan IGD sebagai salah satu unit rumah sakit yang paling rentan terhadap stres kerja. Tenaga kesehatan lain di IGD seperti dokter, bidan, dan apoteker menghadapi tuntutan dan risiko stres yang sepadan. Tujuan: mengetahui serta melakukan analisa apakah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan beban kerja tenaga kesehatan di Ruang Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Adhyatma, MPH. Metode: desain kuantitatif non-eksperimental jenis korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik menggunakan teknik total sampling dimana diterapkan pada seluruh 37 tenaga kesehatan di IGD yang memenuhi kriteria inklusi. Tingkat stres di ukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10), serta beban kerja di ukur menggunakan NASA Task Load Index (NASA-TLX). Data dianalisis dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil: sebagian besar responden mengalami beban kerja sedang (67,6%) serta tingkat stres sedang (59,5%). Uji korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai koefisien ???? = 0,381 dengan nilai signifikansi ???? = 0,020 (???? < 0,05), dari hal tersebut dapat dinilai adanya hubungan positif yang signifikan secara statistik, meskipun tergolong lemah antara beban kerja dengan tingkat stres. Kesimpulan: Terdapat hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dan tingkat stres pada tenaga kesehatan di Instalasi Gawat Darurat. Manajemen rumah sakit disarankan untuk mengevaluasi beban kerja dan kesejahteraan psikologis staf IGD secara berkala sebagai bagian dari pemantauan kesehatan kerja.