Sandi Kartasasmita
Jurusan Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN SELF-CONTROL TERHADAP ADIKSI MEDIA SOSIAL PADA DEWASA AWAL Margaret Laurencia; Jessica Ellen Masjudi; Laurensia Maria Stefanie Sulaiman; Michell Laurencia; Sandi Kartasasmita
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.14738

Abstract

ABSTRACT The intensity of social media engagement among young adults does not always correspond with their ability to regulate digital behavior. When access, interaction, and stimulation occur continuously, self-control becomes a relevant factor in understanding the emergence of addictive tendencies. This study examines the relationship between these two constructs among social media users aged 18–24 years. A total of 107 active social media users were selected through systematic sampling in a quantitative study employing a correlational design. Measurement was conducted using standardized instruments, while the data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation. The analysis revealed a significant negative relationship between self-control and social media addiction (r = –0.505; p < 0.001), with a moderate strength of association. This pattern indicates that stronger self-regulation is associated with lower tendencies toward social media addiction. However, the magnitude of the correlation also suggests that addictive behavior cannot be fully explained by a single psychological factor. These findings reinforce the position of self-control as a protective factor and provide an empirical basis for developing self-regulation training, digital well-being programs, and preventive strategies to promote healthier and more responsible social media use. ABSTRAK ntensitas keterlibatan dewasa awal dalam media sosial tidak selalu berjalan seiring dengan kemampuan mengendalikan perilaku digital. Dalam kondisi ketika akses, interaksi, dan stimulasi berlangsung terus-menerus, kapasitas self-control menjadi salah satu aspek yang relevan untuk memahami munculnya kecenderungan adiktif. Penelitian ini mengkaji keterkaitan kedua konstruk tersebut pada pengguna media sosial berusia 18–24 tahun. Sebanyak 107 responden yang aktif menggunakan media sosial dipilih melalui teknik systematic sampling dalam penelitian kuantitatif dengan desain korelasional. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen terstandar, sedangkan data dianalisis melalui statistik deskriptif dan korelasi Pearson. Hasil analisis memperlihatkan hubungan negatif yang signifikan antara self-control dan adiksi media sosial (r = –0,505; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan berada pada kategori sedang. Pola tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pengendalian diri yang lebih baik berkaitan dengan kecenderungan adiksi media sosial yang lebih rendah. Namun, besarnya korelasi juga mengisyaratkan bahwa perilaku adiktif tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh satu faktor psikologis. Temuan ini memperkuat posisi self-control sebagai faktor protektif sekaligus memberikan pijakan empiris bagi pengembangan pelatihan regulasi diri, program digital well-being, dan strategi preventif untuk membentuk penggunaan media sosial yang lebih sehat dan bertanggung jawab.