Informasi mengenai stok udang dogol (Metapenaus monoceros) masih sangat minim dilakukan khususnya di Perairan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status stok udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel yaitu random sampling dengan menentukan 2 orang nelayan dipilih berdasarkan pengoperasian alat tangkap trawl dan mengambil sampel udang putih 10% dari hasil tangkapan. Penelitian di lapangan dilakukan selama 3 bulan yaitu pada bulan Maret-Mei 2023. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan udang dogol yang tertangkap selama penelitian sebanyak 954 ekor, di mana udang dogol jantan yang tertangkap sebanyak 494 ekor dan betina sebanyak 460 ekor. Sebaran panjang karapas udang dogol yang diamati selama penelitian berkisar antara 15,5-65,5 mm, dan berat 16,5-21,5 gram. Hubungan panjang dan berat udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Hubungan panjang dan panjang karapas udang dogol jantan, betina dan gabungan bersifat allometrik negatif. Udang dogol yang tertangkap di Sungai Kakap berdasarkan nilai K didapatkan hasil 2,5 per tahun dengan nilai L∞ 73,67 mm jantan dan nilai K 2,1 per tahun dengan nilai L∞ 97,13 mm betina, sedangkan gabungan didapatkan nilai K 2,1 per tahun dengan L∞ 75,13 mm. Laju kematian total (Z) dan laju kematian alami (M) masing-masing 2,40/tahun dan 1,22/tahun. Laju kematian karena penangkapan (F) sebagai 5,14/tahun dan laju eksploitasi (E) sekitar 0,80/tahun. Dengan demikian status stok udang dogol sudah berada pada penangkapan berlebih (overfishing).