Baja High Speed Steel (HSS) tipe SKH55 merupakan material perkakas yang membutuhkan kekerasan dan ketahanan aus tinggi, salah satunya untuk aplikasi pin dies. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perlakuan panas tempering terhadap perubahan nilai kekerasan baja SKH55. Metode penelitian bersifat eksperimental dengan menggunakan 8 spesimen uji berdiameter 20 mm dan panjang 50 mm. Parameter variabel yang digunakan meliputi temperatur austenisasi yaitu 1180°C dan 1200°C dengan waktu tahan (holding time) 2 jam. Media quenching adalah air dan oli. Proses tempering pada suhu 560°C selama 2 jam. Karakterisasi sifat mekanik dilakukan melalui pengujian kekerasan Rockwell (HRC) dan pengamatan mikrostruktur dengan metalografi. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa seluruh spesimen as-quenched membentuk matriks martensit. Proses tempering menyebabkan martensit bertransformasi menjadi martensit temper yang disertai dengan presipitasi karbida sekunder. Hasil pengujian kekerasan menunjukkan adanya fenomena secondary hardening. di mana proses tempering meningkatkan nilai kekerasan dibandingkan kondisi as quenching (tanpa tempering). Nilai kekerasan tertinggi dicapai oleh spesimen dengan kombinasi perlakuan suhu austenisasi 1180°C, media quenching air, dan dilanjutkan tempering 560°C, yaitu sebesar 65,86 HRC (meningkat 2,64 HRC atau 4,2%). Sebaliknya, kekerasan terendah terdapat pada spesimen austenisasi 1200°C dengan quenching oli dan tanpa tempering sebesar 62,28 HRC. Temperatur austenisasi 1180°C menghasilkan kekerasan yang lebih optimal dibandingkan 1200°C karena pelarutan karbida yang homogen serta meminimalkan pembentukan retained austenite dan pertumbuhan butir. Media pendingin air juga menghasilkan kekerasan yang relatif lebih tinggi dibanding oli akibat laju pendinginan yang lebih cepat.