Syamsir Alamsyah Harahap
Universitas Qomaruddin Gresik

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Perempuan melalui Kegiatan Simpan Pinjam Koperasi Wanita: Perspektif Maqasid Syariah: Islamic Economics Sofi Mayang Sari; Syamsir Alamsyah Harahap; Kurnia Cahya Lestari
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1420

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memeriksa upaya pemberdayaan perempuan melalui kegiatan simpan pinjam di Koperasi Wanita Anggrek Desa Watangpanjang untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga dari sudut pandang Maqasid Syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan fenomenologi. Koperasi yang memanfaatkan pinjaman sebagai modal usaha terdiri dari informan. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui penarikan kesimpulan, penyajian, dan reduksi data. Untuk memastikan keabsahan data, triangulasi teknik dan sumber dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih menyadari pentingnya memberdayakan diri mereka sendiri dan membantu perekonomian keluarga mereka. Kebutuhan akan modal usaha, kemudahan mendapatkan pinjaman, dan keinginan untuk meningkatkan kemakmuran keluarga mendorong anggota untuk bergabung dalam koperasi. Memulai dan mengembangkan bisnis dengan akses permodalan meningkatkan pendapatan, memperkuat kemandirian ekonomi perempuan, dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga. Dalam perspektif Maqasid Syariah, pemberdayaan ini paling mencerminkan Hifz al-Mal melalui pengembangan usaha dan hubungannya dengan Hifz al-Nafs dan Hifz al-Nasl melalui memenuhi kebutuhan keluarga dan anak. Namun, Hifz al-Din belum sepenuhnya terpenuhi karena koperasi masih menerapkan bunga, dan Hifz al-‘Aql belum optimal karena kurangnya pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota