Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Adopsi E-commerce dan Kualitas Infrastruktur Digital terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga UMKM Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso Zainul Abidin; Moh Hamzah
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4078

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi e-commerce dan kualitas infrastruktur digital terhadap pemberdayaan rumah tangga UMKM di Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso. Transformasi digital menjadi keniscayaan bagi UMKM untuk bertahan dan berkembang, namun kesenjangan akses digital di wilayah pedesaan masih menjadi tantangan signifikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei eksplanatori. Sampel penelitian sebanyak 217 pelaku UMKM yang ditentukan melalui teknik proportional stratified random sampling dari 15 desa di Kecamatan Cermee. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert 5 poin yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi e-commerce dan kualitas infrastruktur digital secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemberdayaan rumah tangga UMKM (R² = 0,523; F = 47,382; p < 0,05). Adopsi e-commerce memiliki pengaruh yang lebih dominan (β = 0,412) dibandingkan kualitas infrastruktur digital (β = 0,298). Platform yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp Business (67,3%), diikuti Shopee (41,9%) dan Facebook Marketplace (28,6%). Penelitian ini juga mengungkap bahwa literasi digital memoderasi hubungan antara adopsi e-commerce dan pemberdayaan UMKM, di mana responden dengan literasi digital tinggi mengalami peningkatan pendapatan rata-rata 23,7% dibandingkan kelompok literasi rendah yang hanya 6,2%. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas adopsi e-commerce sangat ditentukan oleh kapabilitas digital pelaku usaha. Penelitian ini merekomendasikan perlunya strategi terpadu yang mencakup pemerataan infrastruktur digital, penguatan literasi digital berkelanjutan, pendampingan komunitas, serta kebijakan afirmatif untuk mendorong partisipasi aktif seluruh lapisan pelaku UMKM di wilayah pedesaan. Kata Kunci: Adopsi E-Commerce, Infrastruktur Digital, Kesejateraan Rumah Tangga UMKM Abstract This study aims to analyze the influence of e-commerce adoption and digital infrastructure quality on the empowerment of MSME households in Cermee Sub-district, Bondowoso Regency. Digital transformation has become a necessity for MSMEs to survive and thrive, yet digital access disparities in rural areas remain a significant challenge. This research employs a quantitative approach with an explanatory survey design. The sample consisted of 217 MSME actors determined through proportional stratified random sampling technique from 15 villages in Cermee Sub-district. Data collection was conducted using a questionnaire with a 5-point Likert scale that had been tested for validity and reliability. Data analysis utilized descriptive statistics, classical assumption tests, and multiple linear regression analysis with SPSS assistance. The results indicate that both e-commerce adoption and digital infrastructure quality partially and simultaneously have a positive and significant influence on MSME household empowerment (R² = 0.523; F = 47.382; p < 0.05). E-commerce adoption has a more dominant influence (β = 0.412) compared to digital infrastructure quality (β = 0.298). The most widely used platform is WhatsApp Business (67.3%), followed by Shopee (41.9%) and Facebook Marketplace (28.6%). This study also reveals that digital literacy moderates the relationship between e-commerce adoption and MSME empowerment, where respondents with high digital literacy experienced an average income increase of 23.7% compared to the low literacy group which only achieved 6.2%. These findings indicate that the effectiveness of e-commerce adoption is largely determined by the digital capabilities of business actors. This study recommends the need for an integrated strategy encompassing equitable digital infrastructure distribution, continuous digital literacy strengthening, community mentoring, and affirmative policies to encourage active participation from all MSME actors in rural areas. Keywords: E-Commerce Adoption, Digital Infrastructure, MSME Empowerment,