Nurzaitun Afia
Prodi Bisnis Digital, Fakultas Sains dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Maumere

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Strategi Pemasaran Kerajinan Lokal Tenun Ikat Melalui Marketplace Di Kabupaten Sikka Abdul Kholiq; Andy Suriyani; Muhammad Alwi Shihab; Nurzaitun Afia; Vervasia Yohana Maria Delima
Bata Ilyas Educational Management Review Vol. 6 No. 2 (2026): July - December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/biemr.v6i2.4091

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan strategi pemasaran produk kerajinan lokal, termasuk tenun ikat di Kabupaten Sikka. Pemanfaatan marketplace menjadi salah satu alternatif bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, serta memperkenalkan tenun ikat sebagai produk unggulan daerah kepada konsumen yang lebih luas. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pemasaran kerajinan lokal tenun ikat melalui marketplace di Kabupaten Sikka, mengidentifikasi manfaat yang diperoleh, serta mengkaji kendala yang dihadapi dalam penerapan pemasaran digital. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pelaku UMKM tenun ikat, konsumen, serta Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sikka. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi sumber untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan marketplace, khususnya Shopee dan TikTok Shop, mampu memperluas jangkauan pemasaran, meningkatkan penjualan, serta memperkenalkan tenun ikat Sikka kepada pasar yang lebih luas. Keberhasilan strategi pemasaran didukung oleh pemanfaatan media sosial, penyajian informasi produk yang lengkap, kualitas produk, serta pelayanan kepada pelanggan. Pemerintah daerah turut berperan melalui pelatihan digital, pendampingan, dan penyediaan fasilitas untuk meningkatkan kapasitas pelaku UMKM. Namun demikian, implementasi pemasaran digital masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya literasi digital sebagian pengrajin, keterbatasan kapasitas produksi akibat proses pembuatan yang masih manual, serta meningkatnya biaya administrasi pada platform marketplace. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi digital pelaku UMKM, penguatan kapasitas produksi, dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah agar pemasaran tenun ikat melalui marketplace semakin efektif dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.