Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Desa Bebidas melalui Pemanfaatan Biji Kakao menjadi Bubuk Cokelat Bernilai Ekonomis Imam Surisna Atmaja; Apriliani Apriliani; Rania Satar; Indana Zulfa Undiyatami; Alya Eva Firdausha; Norga Ahya Saliha; Imam Alfalak; Melinda Melinda; Nur Taqina Najwa; M. Nur Tri Pamungkas
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/grmtr243

Abstract

Desa Bebidas merupakan salah satu desa di Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur yang memiliki potensi besar pada sektor perkebunan kakao dengan produksi yang terus meningkat setiap tahun. Meskipun potensinya besar, sebagian hasil panen kakao di desa ini masih dijual dalam bentuk biji mentah kepada pengepul sehingga nilai tambah ekonomi yang diterima masyarakat masih rendah. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengolahan biji kakao menjadi bubuk cokelat bernilai ekonomis. Metode kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif-edukatif yang meliputi sosialisasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis produksi, pendampingan usaha, hingga pembentukan kelompok pengelola untuk keberlanjutan program. Proses pengolahan bubuk cokelat meliputi tahap pemetikan buah, pemisahan biji dari daging buah, fermentasi selama 3-5 hari dengan pembalikan setiap 1x24 jam, pengeringan di bawah sinar matahari selama dua hari, penyangraian (roasting), penghalusan menjadi pasta kakao menggunakan chopper atau blender, pemisahan lemak menggunakan kain tipis, pengeringan pasta bebas lemak dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh, pengayakan menggunakan saringan 100 mesh, serta pencampuran dengan susu bubuk full cream dan gula industri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat dan kelompok tani merespons positif program ini sebagai upaya peningkatan nilai tambah komoditas kakao lokal. Program ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kakao, membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani dan karang taruna, serta mendukung pengembangan konsep “Kampung Cokelat Bebidas” sebagai sentra UMKM berbasis kakao yang berkelanjutan.