Lukas Thelios Rangin
Institut Agama Kristen Negeri Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Upaya Peningkatan Kesadaran terhadap Sampah pada Lingkungan Pasar Pandohop di Kelurahan Pendahara melalui Sosialisasi dan Pengadaan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Lukas Thelios Rangin; Dea Okta Florenzia; Togi Alexander Gultom; Elisabet Elisabet; Olivia Diana Sofa S.; Ardi Wiranata; Hurmanisa Hurmanisa; Deci Natalia; Nita Natalia; Mila Armelia; Nadiae Nadiae; Gusti Randa; Bayu Erlangga Cendana; Fifian Agustina Kowi; Tirta Susila
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/frgfw837

Abstract

Pengelolaan sampah di pasar tradisional masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan Indonesia, termasuk di Kelurahan Pendahara, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Kurangnya sarana Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan rendahnya kesadaran masyarakat menyebabkan penumpukan sampah di lingkungan Pasar Pandohop. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menyediakan sarana pengelolaan sampah, meningkatkan pengetahuan masyarakat, dan mendorong partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan to know, to understand, to plan, to act, dan to reflect. Kegiatan dilaksanakan selama 40 hari (Juli–Agustus 2026) oleh mahasiswa KKN Kelompok 08 IAKN Palangka Raya bersama Pemerintah Kelurahan Pendahara, pedagang pasar, Karang Taruna, dan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 1 unit TPS berhasil dibangun dengan konstruksi cor dan dinding papan, 5 unit bak sampah dari tong modifikasi ditempatkan di titik strategis, dan sosialisasi door to door menjangkau 85% pedagang serta warga sekitar. Tingkat pemahaman masyarakat tentang pengelolaan sampah meningkat dari 40% menjadi 82% berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test. Masyarakat dan pedagang mulai memanfaatkan sarana yang tersedia dan berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan PAR berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam mengatasi masalah pengelolaan sampah di pasar tradisional.