Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keharaman Nikah Siri dan Pandangan Masyarakat Enrekang: The Prohibition of Secret Marriage and the Views of the Enrekang Community Mahsyar; Muhammad Ilyas
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.6647

Abstract

Penelitian ini menggali larangan pernikahan siri dan mengkaji perspektif masyarakat Enrekang di Sulawesi Selatan, Indonesia. Pernikahan siri, yang didefinisikan sebagai praktik menikah beberapa kali melalui perceraian berturut-turut atau kematian pasangan, dipandang berbeda lintas budaya dan sistem hukum. Memanfaatkan pendekatan metode campuran yang menggabungkan survei dan wawancara, penelitian ini menilai sikap masyarakat terhadap pernikahan siri dan mengeksplorasi faktor-faktor budaya, agama, dan hukum yang mendasari yang memengaruhi pandangan ini. Temuan ini menunjukkan dominasi persepsi negatif tentang pernikahan siri di Enrekang, sebagian besar dibentuk oleh nilai-nilai tradisional dan ajaran Islam yang menekankan stabilitas Pernikahan dan mencegah perceraian. Studi ini berkontribusi pada pemahaman norma-norma Pernikahan regional dan menyarankan implikasi bagi kebijakan dan pendidikan masyarakat untuk mengatasi stigmatisasi yang terkait dengan pernikahan kembali siri.
Ruang Ijtihad dalam Pelaksanaan Ibadah Mahdah: Ijtihad Room in the Implementation of Mahdah Worship Mahsyar; Ambo Dalle
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i2.7193

Abstract

Tulisan ini mengeksplorasi konsep Ruang Ijtihad dalam konteks penerapan Ibadah Mahdah, dengan fokus pada bagaimana penalaran individu diterapkan pada praktik keagamaan yang khusyuk di kalangan umat Islam. Ibadah Mahdah mengacu pada ritual devaqah murni yang dilakukan semata-mata untuk ibadah kepada Allah, termasuk sholat harian (Salat), puasa selama Ramadhan, dan haji. Studi ini menyelidiki kerangka hukum yang memungkinkan ijtihad (penalaran independen) ketika menafsirkan teks dan ritual agama di mana bimbingan eksplisit dari Al-Qur'an dan Hadis ambigu atau tidak ada. Melalui metodologi kualitatif yang menggunakan analisis tekstual dan wawancara dengan ulama agama, penelitian ini mengidentifikasi batas-batas dan peluang untuk ijtihad dalam Ibadah Mahdah. Ini membahas bagaimana isu-isu kontemporer dan keadaan yang berubah memengaruhi penerapan ijtihad, membantu menyesuaikan praktik ibadah dengan konteks modern sambil mempertahankan nilai-nilai intrinsiknya. Temuan ini menyoroti interaksi dinamis antara tradisi dan penilaian pribadi, menunjukkan kemampuan beradaptasi yurisprudensi Islam untuk mengakomodasi tantangan baru sambil menjaga integritas agama.