Pandu Dewanata
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS SEKTOR EKONOMI UNGGULAN, POTENSIAL, DAN TERTINGGAL DI KABUPATEN PELALAWAN PASCAPANDEMI COVID-19 Pandu Dewanata
Jurnal Ekonomi Bisnis Manajemen dan Akuntansi (JEBISMA) Vol 4 No 1 (2026): Agustus 2026
Publisher : PT. Media Edutama Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70197/jebisma.v4i1.248

Abstract

Penelitian ini mengklasifikasikan sektor ekonomi di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dengan memanfaatkan data PDRB Atas Dasar Harga Konstan tahun 2018 dan 2022 guna mengamati pergeseran struktur ekonomi daerah pada masa sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Analisis menggunakan dua alat ukur, yaitu Static Location Quotient (SLQ) untuk menilai tingkat spesialisasi sektor terhadap perekonomian provinsi, dan Dynamic Location Quotient (DLQ) untuk mengukur laju pertumbuhan sektor tersebut. Data penelitian bersumber dari BPS Provinsi Riau dan BPS Kabupaten Pelalawan, meliputi 17 lapangan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh 17 sektor mencatat nilai SLQ di bawah satu pada tahun 2018 maupun 2022, sehingga tergolong sektor non basis. Dari sisi DLQ, seluruh sektor berada pada kategori potensial pada tahun 2018. Namun pada tahun 2022, hanya sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial serta sektor Jasa Lainnya yang masih bertahan di kategori tersebut, sementara 15 sektor lainnya bergeser ke kategori tertinggal. Rata-rata nilai DLQ juga turun dari 1,30 menjadi 0,81. Temuan ini mengindikasikan bahwa pandemi Covid-19 menghambat pertumbuhan dinamis hampir seluruh sektor ekonomi di Kabupaten Pelalawan, sekaligus menegaskan kerentanan struktural ekonomi daerah yang masih bertumpu pada sektor non basis.