Natasya Rotua Nababan
Akuntansi, Universitas Pembangunan Panca Budi Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan PT Mandom Indonesia Tbk ditinjau dari Rasio Likuiditas, Profitabilitas, dan Solvabilitas Periode 2020–2024 Heriyati Chrisna; M. Rafi Akbar Dirja; Natasya Rotua Nababan; Priskila Tafonao; Annisa Nur Ramadhani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.42036

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) periode 2020-2024 yang ditinjau dari rasio likuiditas, profitabilitas, dan solvabilitas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena menarik di mana TCID, sebagai perusahaan pada sektor consumer non-cyclicals yang cenderung defensif terhadap tekanan ekonomi, justru mengalami kerugian signifikan pada tahun 2024 setelah sebelumnya mencatatkan pemulihan laba yang cukup besar pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan TCID periode 2020-2024 yang diperoleh melalui Bursa Efek Indonesia dan situs resmi perusahaan. Rasio yang digunakan meliputi Current Ratio (CR) untuk likuiditas; Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), dan Return on Equity (ROE) untuk profitabilitas; serta Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) untuk solvabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio (CR) selama periode penelitian secara konsisten berada jauh di atas standar rata-rata industri meskipun menunjukkan tren fluktuatif dan cenderung menurun. Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Assets Ratio (DAR) menunjukkan tren kenaikan yang konsisten namun masih berada di bawah standar industri, sehingga struktur permodalan perusahaan tetap tergolong sehat. Sementara itu, ketiga rasio profitabilitas menunjukkan pola yang konsisten, yaitu kondisi merugi pada 2020-2021, membaik pada 2022-2023, kemudian kembali memburuk secara tajam pada 2024. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan kinerja keuangan TCID pada tahun 2024 bersumber dari tekanan profitabilitas, bukan dari kelemahan struktural pada aspek likuiditas maupun solvabilitas.